Tumit Hendra Jadi Penyelamat
Oleh: Ubay KPI
Hampir saja SMPN 8 tersingkir dari Justitia Futsal 8. Setelah sempat ketinggalan 2-3 dari SMPN 4 pada menit 19 babak kedua pada pertandingan kemarin. Hendra pemain cadangan SMPN 8 yang diturunkan di menit terakhir babak kedua membuat kejutan pada 30 detik terakhir sebelum pertandingan bubar yang sekaligus menjadi juru selamat. Pelatih, pemain inti dan cadangan serta supporter setia SMPN 8 sontak berdiri diiringi sorak gempita dengan seruan “wow” setelah melihat bola bergulir ke dalam gawang SMPN 4. Si kulit bundar menggentarkan jala gawang yang juga menyamakan kedudukan.
“Sebenarnya posisi saya bek, tapi saya lihat waktu itu tidak ada orang di sebelah kanan kiper SMPN 4, jadi saya naik menuju tempat yang kosong itu, kemudian ada bola datar dari kawan. Tanpa menunggu bola turun saya langsung menyambutnya dengan tumit dan berhasil gol,” kata Hendra saat dikonfirmasi usai pertandingan.
Meskipun gol Hendra tidak menjadi penentu kemenangan SMPN 8, akan tetapi dengan gol itu SMPN 8 bermain imbang di dua babak waktu normal, sehingga pemenang ditentukan dengan adu pinalti.
“Saya sangat bangga dan bahagia dengan gol tadi, meskipun itu bukan gol penentu kemenangan SMPN 8, rasanya dengan gol ini saya tidak sia-sia melakukan latihan 2 kali dalam satu minggu,” ungkapnya.
Anak kelahiran 14 April 1994 putra dari pasangan bapak Idris dan ibu Dahlia ini kini duduk di kelas III SMP. Ia menjadi tim futsal SMPN 8 sejak ia duduk di kelas I SMP, ia berharap dapat menajdi pemain inti dalam tubuh tim futsal SMPN 8. “Saya berharap, saya bisa menjadi pemain inti tim SMPN 8,” harapnya.
Saat ditanyai masalah persiapan ujian nasional, pria yang bertempat tinggal di Sungai raya ini mengatakan, ia menyempatkan belajar pada malam hari, karena siang harus bertanding dan sekolah. Menurutnya belajar tetap yang utama.
“Saya luangkan waktu untuk belajar pada malam hari,” ungkapnya.
Kamis, 15 April 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar