• Liga U-21
Bima 0-2 Wajah Baru
Oleh: Ubay KPI
Pertandingan seri pertama Liga U-21 Kota Pontianak pada hari Minggu (14/2) kemarin mempertemukan antara klub baru yaitu Bima berhadapan dengan runner up pada kejuaraan piala jurnalis tahun 2008 yakni Wajah Baru. Skor 0-2 untuk kekalahan Bima.
Pemain Bima yang dilatih Wuryanto tidak mampu menghadapi pemain Wajah Baru yang diallinatori oleh Iwan. Maklum, Wajah Baru menurunkan sederet pemain bintang yang bermain di tim Bhayangkari, seperti Miftah, Penjaga Gawang, Dede (Ade Putra), Irfan, Pompy, Diaz dan Randa. Pompy dkk adalah pemain Bhayangkari yang baru saja menyabet gelar juara Justitia Futsal 8 pada Jum’at kemarin.
Selama dua babak pertandingan kemarin, Wajah Baru sering kali mengancam gawang Bima dengan serangan dan tendangan yang membahayakan. Begitu sedikit serangan yang dibangun oeh Bima, dan bahkan gawang Wajah Baru yang dijaga oleh Miftah hampir tidak pernah mendapat terpaan serangan Bima. Sebaliknya penjaga gawang Bima harus berjibaku menerima gempuran penyerang Wajah Baru dan harus berusaha menyelamatkan gawangnya dari bola.
Pada babak pertama Wajah Baru unggul 0-1 lewat gol yang dicetak oleh Ade Putra kapten kesebelasan melalui titik putih. Dan pada babak kedua Hendra menggandakan keunggulan menjadi 0-2 setelah ia mampu melewati 2 pemain belakang Bima. Skor 0-2 bertahan sampai babak kedua usai.
Wuryanto pelatih Bima, mengatakan bahwa Wajah baru yang juga merupakan klub lama dan pernah menjadi juara, permainannya cukup bagus dan terkoordinasi dengan baik, baik fifik atau koordiansi pemain.
“Kami memang masih di bawah Wajah Baru, mereka bermain cukup bagus dan ter-organisir, Wajah Baru satu sama lain sudah padu, baik main pendek ataupun bermain bola panjang,” aku Wuryanto usai pertandingan kemarin di lapangan Keboen Sajoek.
Pemain Bima sangat lemah dalam fisik, karena selama latihan mereka hanya menggunakan lapangan kecil yakni di halaman masjid Mujahidin. Sehingga ketika bermain di lapangan besar stamina pemain menurun secara cepat dan mempengaruhi penampilan dalam bermain.
“Sebelum bertanding kami hanya melakukan latihan di halaman masjid Mujahidin, jadi pas bermain di lapangan besar stamina pemain cepat turun karena lapangan yang tidak sama,” ungkap Wuryanto.
“Untuk ke depan, satu minggu setelah ini, kami akan berusaha memperbaiki fisik pemain yang utama dan koordinasinya antar pemain,” tambahnya.
Sementara itu, Pelatih Wajah Baru mengatakan pertandingan ini secara materi memang tidak seimbang, maka dengan mudah Wajah Baru dapat mengatasi permainan Bima. “Bima masih standar, maka permainannya masih dapat kami atasi,” kata Iwan usai pertandingan.
Dengan kemenangan ini maka Wajah Baru berhasil meraih 3 poin. Pada pertandingan seri kedua Wajah Baru akan menantang Metra 83 pada tanggal 20 Februari 2010. Sedangkan Bima akan ditantang oleh klub besar yakni Porti pada hari yang sama.
Pada pertandingan lain, hari ini, Metra ditahan imbang 2-2 saat berhadapan dengan kesebelasan Pontura. Pertandingan berlangsung keras dan warna keributan antar pemain, pada akhir babak pertama. Seorang pemain Pontura mendapat kartu merah. Skor sebelum turun minum, 2-1 untuk kemenangan Metra.
Di babak kedua, meskipun bermain dengan 10 pemain, namun, Pontura berhasil mengejar ketinggalan. Sampai akhir babak kedua, skor 2-2.
Sabtu, 17 April 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar