• Justitia Futsal 8
Oka dan Pompy Berkongsi Top Skor
Oleh: Ubay KPI
Oka dan Pompy berkongsi gelar sebagai top skor atau pencetak gol dalam Justitia Futsal 8 yang digelar Fakultas Hukum Untan 2010. Mereka berkongsi karena keduanya sama-sama mencetak 24 gol selama turnamen tersebut digelar.
Sebenarnya Oka, pemain SMAN 9 Pontianak, dan Pompy pemain Bhayangkari A sejak awal diprediksikan menjadi top skor. Kedua bersaing pada partai final yang digelar Jumat (12/2). Sebelum pertandingan final keduanya hanya terpaut satu gol yakni Oka dengan 24 gol dan Pompy 23 gol.
Pada pertandingan final, Bhayangkari A tim futsal Pompy yang memenangi pertandingan dengan 4-1 tak mampu menjadikan Pompy jadi top skor tunggal karena pada pertandingan puncak tersebut Pompy hanya mampu mencetak 1 gol, sehingga perolehan gol sama dengan Oka yakni 24 gol, sedangkan Oka tak mampu menambah gol dan tetap dengan 24 gol. Dengan demikian Oka dan Pompy harus rela saling membagi gelar Top Skor Justitia Futsal 8 Fakultas Hukum Untan 2010.
Sebelum pertandingan semifinal, sebenarnya Oka lebih berpeluang menjadi top skor tunggal, karena gol yang dicetak Oka sangat jauh dengan gol Pompy yakni Oka 21 gol sedangkan Pompy 13 selisih 8 gol.
Namun pada pertandingan semifinal, Bhayangkari A bertemu dengan adiknya sendiri yakni Bhayangkari B. Pada pertandingan semifinal menghadapi Bhayangkari B, Pompy berpesta gol, Pompy melesakkan 10 gol ke gawang Bhayangkari B. Dengan 10 gol Pompy ke gawang Bhayangkari B membuatnya mengejar dan bahkan mencapai gol yang diperoleh Oka yakni dengan 23 gol sedangkan Oka masih 21 gol belum melakoni pertandingan semifinal.
Pada babak semifinal, SMAN 9 yang bertemu dengan SMA Muhammadiyah A, Oka berhasil menambah 3 gol sehingga koleksi gol Oka menjadi 24 unggul satu poin dari perolehan Pompy. Dan di partai final yang mempertemukan keduanya, Pompy menambah satu gol menjadi 24 gol, sedangkan Pompy tak mampu menambah gol dan tetap dengan 24 gol sehigga top skor harus dibagi dua.
Pada pertandingan semifinal Bhayangkari A dan B tampak suatu sulap yakni seperti ingin menjadikan Pompy top skor sehingga memberikan peluang kepada Pompy untuk mencetak gol sebanyak-banyak dan menempatkan Bhayangkari A sebagai finalis JF 8.
“Kami tetap akan lebih mengunggulkan Bhayangkari A, karena lawan yang akan dihadapi pasti kuat di final,” kata Rudi pelatih Bhayangkari saat ditanyai tentang akan memihak kepada siapa bila Bhayangkari A dan B bertemu di semifinal beberapa waktu lalu usai pertandingan 8 besar Bhayangkari A.
Sabtu, 17 April 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar