Dua Tersangka Belum Ditangkap
Nyawa Yusman Tak Tertolong
Ubay KPI/A Mundzirin
Borneo Metro, Pontianak
Yusman (40) korban pengeroyokan yang diduga dilakukan oleh To, MS dan YS di Dusun Pematang Rambai Kecamatan Kuala Mandor, Kamis (19/2) kemarin, nyawanya tak tertolong.
Sempat dirawat di ruangan intensif care unit (ICU) RSUD dr Soedarso, Yusman menghembuskan nafas terakhirnya, Sabtu (20/2) sekitar pukul 02.50 WIB.
Sebelumnya, luka tusukan pisau membuat ginjal Yusman terluka, usus terburai dan saluran kencingnya putus. Yusman meninggalkan seorang istri beserta lima orang anak.
Sebelum menghembuskan nafas terakhir, perawat rumah sakit Soedarso sempat memberitahukan kepada pihak keluarga yang menjaganya. Keluarga pun sontak kaget membayangkan Yusman hampir meninggal dunia.
Dalam kondisi tabah dan sabar serta bertawakkal, keluarga kemudian menemui Yusman di ruang ICU rumah sakit Soedarso. Samadeh, istrinya hanya mencium dan berkata untuk tidak menangisi suaminya kepada seluruh pihak keluarga.
Suasana histeris terjadi ketika orangtua dan anak korban mengetahui kepergian Yusman untuk selama-lamanya. Ibu Yusman menangis tersedu seraya berkata ‘Ibu memaafkan kamu nak,’.
Begitu pula anaknya 4 orang yang masih kecil, histeris menangis mengetahui bapaknya pergi untuk selamanya. Setelah diketahui sudah meninggal dunia, puhak keluarga langsung mencari ambulance untuk membawa jasad almarhum.
Mayat Yusman sekitar jam 04.00 dibawa keluarganya ke tempat kelahirannya Parit Lambau Rt 03 Rw 05 Dusun Mega Sempurna Kecamatan Sungai Ambawang dan disemayamkan di daerah itu juga.
Setelah disemayamkan, pihak kepolisian yang datang bersilaturrahmi dengan pihak keluarga korban. Sampai saat ini, kasus pengeroyokan yang sampai melayangkan nyawa Yusman yang melibatkan 3 bersaudara To, MS dan YS masih dalam proses pihak berwenang.
Informasi terakhir dari pihak kepolisian, sampai kemarin pelaku penggeroyokkan baru satu orang yang ditahan oleh pihak yang berwajib yakni To. Sedangkan MS yang menurut saksi yang menusukkan pisau dan YS yang ikut terlibat dalam penggeroyokkan, masih belum ditahan oleh pihak berwajib.
“Kami sudah memeriksa MS dan YS, tapi kami masih belum dapat bukti yang kuat untuk menahan mereka. Apabila nanti ada bukti yang memang melibatkan mereka, kami tetap akan menahan mereka berdua,” kata salah satu pihak polisi yang ikut dalam silaturahmi dengan keluarga korban di rumah Semali orangtua korban kemarin.
Pihak keluarga menuntut keras agar seluruh pelaku yang terdiri dari tiga orang ditahan oleh pihak yang berwajib. “Kami tidak ingin cuma To yang ditahan, karena sesuai dengan persaksian saksi mata yang ada saat kejadian, bahwa pelaku terdiri dari tiga orang yakni To, MS dan YS. Sebelum ketiganya ditahan, kami selaku pihak keluarga tidak akan tenang karena abang saya (Yusman) sampai meninggal,” tegas Jubeironi adik korban mengungkapkan di depan pihak kepolisian dalam silaturrahmi kemarin.
“Bagaimana kami sekeluarga bisa tenang kalau pelaku tidak ditangkap semuanya, kalau hanya satu yang di tangkap, hukum tidak adil, dan terlalu enak buat pelaku,” tambah Jubeironi dengan tegas.
Sementara itu, Kasat Reskrim Poltabes Pontianak Kompol Sunario S,Ik saat di temui di ruang kerjanya, membenarkan tentang kasus penusukan ini. “Kasus ini sendiri dipicu masalah proyek galian pipa PDAM serta pelaku penusukan tersebut adalah pelaku tunggal yaitu Tor yang sudah kita tahan di Mapoltabes Pontianak,” jelasnya.
Sunario juga mengatakan kedua orang yang diduga turut serta melakukan penusukan telah dilakukan pemeriksaan, namun dari pemeriksaan yang dilakukan oleh anggotanya kedua orang tersebut tidak dapat dibuktikan secara hukum terlibat penusukan.
Senin, 19 April 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar