Sabtu, 17 April 2010

Justitia Futsal 8 Bhayangkari A Pesta Gol /“LAGA SPARING”

“LAGA SPARING”
Tim Bhayangkari A dan B foto bersama sebelum melakukan pertandingan antar saudara di semifinal Justitia Futsal 8, kemarin. Skor akhir 14-8. Foto Ubay KPI/Borneo Metro.

• Justitia Futsal 8
Bhayangkari A Pesta Gol

Oleh: Ubay KPI

Tim futsal Bhayangkari A kembali berpesta dengan gol. Kali ini Bhayangkari A pesta gol ke gawang saudaranya sendiri yakni Bhayangkari B saat keduanya bertemu di semifinal Justitia Futsal 8. Bhayangkari A menang telak 14-8 pada pertandingan Kamis (11/2) kemarin di Gor Pangsuma Pontianak.
Kemenangan Bhyangkari A sekaligus mengantarnya ke putaran final memperebutkan juara 1 sedangkan Bhayangkari B akan memperebutkan juara 3 yang akan dilaksanakan besok.
Pertandingan saudara kemarin, permainan Bhayangkari A tidak seperti permainan pada sebelumnya. Mereka bermain lebih santai dan tiada beban, bahkan terlihat mereka seperti sparring bersama.
Seringkali penyelesaian akhir selalu diberikan kepada Pompy. Pada menit ke-6 ketika Iwan membawa bola dan melewati tiga pemain Bhayangkari B sehingga posisi Iwan hanya berhadapan dengan penjaga gawang Bhayangkari. Pada saat yang sama Pompy berada di sebelah kanan kiper Bhayangkari B, andaikan Iwan melakukan tendangan sudah pasti bola tersebut gol namun Iwan masih memberikan bola itu kepada Pompy untuk membuat gol.
Begitu pula pada menit-menit berikutnya sering kali penyelesaian akhir diberikan kepada Pompy untuk mencetak gol hingga sampai pada akhir babak kedua, pada pertandingan itu dari 14 gol yang diperoleh Bhayangkari A, Pompy mengoleksi 10 gol sehingga posisi Pompy sekarang menjadi top skor untuk sementara dengan 23 selisih 2 angka di atas Oka yang menempati top skor sebelumnya.
Dalam pertandingan kemarin, kedua tim yang sama-sama berasal dari satu yayasan yakni Bhayangkari. Kedua tidak didampingi oleh pelatihnya karena kedua tim ini dilatih oleh satu pelatih yakni bapak Rudi. Pada sebelumnya saat ditemui usai pertandingan 8 besar memang sudah mengatakan kalau nantinya anak asuhnya bertemu di semifinal, kemungkinan ia tidak akan mendampingi salah satunya, karena ia ingin memberikan perhatian yang sama kepada anak asuhnya meskipun kedua ada yang lebih senior.
Terlihat pula setelah babak pertama usai, kedua tim sama-berkumpul di satu tempat untuk istirahat bahkan air minum yang dibawanya gabung dalam satu tempat. Terlihat keakurannya meski pada saat pertandingan kedua tim saling berlawanan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar