Senin, 19 April 2010

IP Untan Tundukkan MIPA Untan

IP Untan Tundukkan MIPA Untan
Oleh: Ubay KPI

Tim bola volly putra Ilmu Pemerintahan (IP) Fisip Untan berhasil mengalahkan tim volly MIPA Untan saat melakoni pertandingan pada babak penyisihan IBV PM Fakultas tekhnik Kamis (18/2) kemarin.
IP Untan menyudahi pertandingan kemarin dengan skor 3-0. Dua set kemenagan diraih dengan mudah oleh pemain IP Untan yakni dengan 25-13 pada set pertama dan kedua. Sedangkan pada set ketiga, IP Untan yang diperkuat oleh Ando, Eko, Soca’, Wandi, Dedy, polo, Wendi, Herfrien dan Nurul mengalami sedikit perlawanan dari MIPA Untan sehingga skor berakhir dengan 25-22 pada set ketiga.
Dengan kemenangan ini, pelatih IP Untan Alex mengatakan meskipun IP Untan baru terbentuk sekitar satu bulan yang lalu, ia melihat pemain IP Untan lebih unggul satu tingkat saja dari pemain MIPA Untan.
Menurut Alex, sebagai tim yang baru terbentuk timnya sudah lumayan baik dalam penampilannya selama IBV PM Teknik Untan berlangsung. Namun ia tidak memungkiri bahwa pemain masih perlu dibina kembali untuk lebih baik ke depannya dengan latihan yang kontinyu, baik fisik pemain atau tekniknya.
Pelatih IP Untan Alex yang juga sebagai mantan pemain klub ternama tahun 80-an yakni Vini Vidi Vici mengharapkan IP Untan menjadi klub yang dapat mengukir prestasi seperti klubnya dulu yang pernah jaya saat bersamanya.
Saat ditanyai tentang pertandingan selanjutnya menghadapi Polnep, Alex mengungkapkan rasa pesimis, karena ia melihat selain sebagai tim lama, Polnep secara tim sangat kompak dan juga diperkuat oleh pemain klub luar. Dengan kombinasi itu, menurutnya Polnep secara materi unggul di atas IP Untan dan untuk dapat mengalahkannya amat berat dan perlu perjuangan yang lebih dari pertandingan hari ini.
“Pemain IP Untan secara keseluruhan tidak ada yang pemain klub, dan mereka semua masih baru bergabung. Jadi, kami mungkin hanya bisa merapatkan pertahanan terutama di blok,” ungkapnya.
“Untuk pertandingan melawan Polnep, mungkin saya hanya bisa meng-intuksikan untuk dapat membaca kelemahan lawan,” tambahnya.
Sebagai tim baru, Alex tidak mengharapkan permainan anak asuhnya secara instant atau langsung jadi, “Butuh proses untuk mendidik menjadi pemain bagus, tidak mudah menjadikan pemain yang berbakat, butuh waktu dan terus menerus,” ungkapnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar