Selasa, 20 April 2010

“Ini Baru Miftah”

“Ini Baru Miftah”
Oleh: Ubay KPI

Miftah penjaga gawang Wajah Baru memang tampil buruk saat timnya melawan Metra 83, 20 Februari lalu. Wajah Baru pulang membawa malu dengan kebobolan 6 gol dalam pertandingan itu. Saat berhadapan dengan Metra 83, Miftah melakukan tiga kesalahan dan semuanya menambah pundi gol lawan.
Setelah mendapat teguran keras dari pelatihnya karena mempengaruhi permainan rekan timnya serta menjadi Wajah Baru kalah, Miftah diberi beban berat saat berhadapan dengan Porti kemarin.
Pada pertandingan kemarin Wajah Baru vs Porti, Miftah bangkit dengan penampilan terbaiknya. Tercatat 16 kali dia melakukan penyelamatan selama dua babak saat bertanding kontra Porti kemarin. Tendangan-tendangan keras penyerang Porti dapat dijinakkannya, sehingga sampai akhir babak kedua, gawang Wajah Baru aman dari gol.
“Saya mengakui saat bertanding melawan Metra memang itu kesalahan saya yang terlalu meremehkan lawan. Saya berniat akan menebus kesalahan itu saat melawan Porti, Alhamdulillah saya dapat mewujudkannya,” aku Miftah usai pertandingan Sabtu kemarin.
Miftah juga meminta maaf kepada semua pemain terutama pada Iswan pelatih Wajah Baru karena telah menghilangkan 3 poin saat kalah dari Metra 83. Miftah mengatakan, selain meremehkan lawan, saat kontra Metra kondisi Miftah kurang fit. Dia juga menyebutkan ada kekurangan dari sarung tangan. “50% kesalahan yang terjadi saat kontra Metra disebabkan oleh sarung tangan yang sudah kurang baik,” ungkap Miftah.
Untuk pertandingan selanjutnya, Menurut Miftah, ia akan mengambil pelajaran dari kekalahan kemarin, bahwa lawan siapapun tidak boleh diremehkan dan akan bangkit dengan penampilan sesungguhnya supaya dapat membawa Wajah Baru menang. Miftah juga mengganti sarung tangan lama dengan sarung tangan yang baru.
Hasilnya, saat berlaga menghadapi Porti, Miftah tampil dengan sempurna dan tidak melakukan kesalahannya kembali.
Usai pertandingan menghadapi Porti, Pompy ujung tombak Wajah Baru memuji penampilan Miftah yang sempurna karena tidak mengulang sejarah kelam pada pekan sebelumnya yang dikalahkan oleh Metra 83. “Itu baru Miftah yang sesungguhnya,” puji Pompy saat ditanyai tentang penampilan Miftah.
Menurut Pompy, sebelum pertandingan kemarin pada pagi harinya ketika di ruang kelas sekolahnya yakni di SMA Bhayangkari, Pompy dan Miftah saling berjanji akan bermain baik dengan kemampuan yang maksimal.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar