Selasa, 20 April 2010

Pontura Gilas D2

Pontura Gilas D2
Oleh: Ubay KPI

Banteng Utara, julukan Pontura semakin gila dalam menggilas lawannya. Jika pada pertandingan yang kedua pekan lalu berhasil mengalahkan Semangat Baru dengan skor 5-2, Kamis (4/3) kembali Pontura menggilas tim papan bawah D2 dengan skor 4-1.
Pontura, wakil dari Pontianak Utara ini setelah kemenangan pada pertandingan kemarin merengsek naik ke posisi atas klasemen yakni ke posisi runner up di bawah Khatulistiwa.
Pada pertandingan kemarin, babak pertama Pontura sedikit kualahan dengan irama permainan D2 dan sempat ketinggalan 0-1 pada menit 35 setelah Wahyu penyerang D2 mampu menjebol gawang Pontura, namun keunggulan D2 hanya bertahan 5 menit saja yang kemudian Pontura menyamakan kedudukan melalui gol yang diciptakan oleh Ade di akhir babak kedua yakni menit 40. Skor imbang 1-1 bertahan sampai babak pertama usai.
Memasuki paruh kedua, Pontura bermain lebih baik dan lebih terkordinir dan langsung mengancam pertahanan D2 sehingga Pontura mampu menciptakan gol cepat di babak kedua melalui Ade di menit 43. skor 2-1 keunggulan Pontura.
Unggul 2-1 pasukan Banteng Utara semakin berambisi dan termotivasi untuk menambah koleksi golnya, sehingga selang 6 menit dari gol kedua Pontura membobol kembali gawang D2 lewat kaki Adus sehingga skor berubah menjadi 3-1. Dengan 3 gol yang bersarang ke gawangnya, selain tenaga yang sudah terkuras, pasukan D2 semakin tertekan dan lebih banyak bertahan untuk tidak kebobolan lebih banyak.
Akan tetapi, meski dijaga dengan pertahanan yang rapat, Pontura yang merasa di atas angin lebih semakin gencar menyusun serangan lewat kombinasi kekompakan pemain. Sehingga di akhir babak kedua pada menit ke-79 kembali Ade berhasil mencetak gol ketiga kalinya ke gawang D2 yang dijaga oleh Tanto. Sampai peluit babak kedua dibunyikan, D2 tak mamu memperkecil ketinggalannya dan harus mengalah ke Pontura dengan skor 4-1 sekaligus menerima kekalahan ketiganya.
Dengan kekalahan ketiga D2, menjadikan D2 tetap bertahan di posisi papan bawah yakni di posisi 13 satu tingkat lebih baik dari Fisip yang juga belum pernah menang, hanya saja D2 unggul dari selisih gol dari Fisip.

Metra 83 1-0 Wana Putra
Pada hari yang sama Kamis (4/3) kemarin, Liga U-21 mempertandingkan antara Metra Vs Wana Putra. Pertandingan ini dimenangkan oleh Metra dengan skor tipis 1-0.
Wahyu menjadi sang penyelamat bagi Metra pada pertandingan kemarin, berkat gol tunggalnya yang dicetak pada menit 35 mampu membawa pulang tiga poin sekaligus mengantar timnya ke posisi 3 klasemen sementara.
Sedangkan Wana Putra saat mengalami kekalahan kemarin tetap bertahan di posisi 7.

Unggulan Putra Pemula Melaju • Helmi AH Kalahkan Try Andika, Zulham Tundukkan Sy. Vicky

Unggulan Putra Pemula Melaju
• Helmi AH Kalahkan Try Andika, Zulham Tundukkan Sy. Vicky
Oleh: Ubay KPI

Helmi AH unggulan ketiga kelompok tunggal putra pemula pada pertandingan 16 besar kemarin melaju ke babak berikutnya. Dia mengalahkan Try Andika yang tidak diunggulkan pada seleksi pemain PBSI Kota Pontianak, dengan dua set langsung.
Helmi yang diunggulkan pada set pertama menang dengan mudah, permainannya yang santai namun tetap konsentrasi mampu mengalahkan Try Andika dengan angka 21-4 pada set pertama.
Pada set kedua, kembali Helmi seperti tidak mengalami kesulitan untuk menyudahi set kedua. Dengan smash dan pukulan yang menempatkan bola pada bidang yang kosong, Helmi mampu menutup set kedua dengan angka 21-7.
Pada pertandingan kemarin, kualitas dan mental kedua pemain sangatlah jauh berbeda. Terlihat pada set pertama, Helmi yang diunggulkan langsung bermain dengan tanpa beban dan tampil sempurna dengan jarang melakukan kesalahan.
Keberhasilan Helmi disusul oleh unggulan kedua yang juga meraih kemenangan pada pertandingan kemarin. Zulham yang menjadi unggulan kedua berhasil mengalahkan Sy. Vicky. Pertandingan antara Zulham Vs Sy. Vicky lebih menengangkan karena kedua pemain ini harus bermain dengan rubber set untuk menentukan pemenangnya.
Set pertama dimenangkan oleh Zulham dengan angka 21-11. Namun, pada set kedua Sy. Vicky berhasil membalikkan keadaan dengan menguasai pertandingan set kedua, Sy. Vicky mampu menutup set kedua dengan skor 21-8 untuk kemenangannya. Skor imbang 1-1.
Memasuki set ketiga, kedua pemain bermain dengan saling serang dan kejar mengejar angka. Kedua pemain seringkali memperlihatkan kualitasnya dengan relly-relly panjang yang cukup menegangkan bagi penonton. Set ketiga yang seru dan cukup menegangkan akhirnya dimenangkan oleh Zulham dengan skor 22-20 setelah sebelumnya terjadi duice di angka 20 sama.
Dengan demikian pada pertandingan 8 besar Zulhan akan bertemu dengan unggulan ketiga Helmi Abu Hanafi. Pertandingan antara Zulham Vs Helmi menurut jadwal panitia akan dipertandingkan hari ini pukul 16.00 di gedung bulu tangkis Kota Pontianak Jalan Tabrani Ahmad Pontianak Barat.

Yessy Dukung Program Pengiriman Pemain

Yessy Dukung Program Pengiriman Pemain
Oleh: Ubay KPI

Rencana Pengda PBSI Kalimantan Barat yang ingin mengirim pemain Kalimantan Barat untuk berlatih di klub luar Kalimantan disambut baik oleh Yessy Agreins Sulingan salah satu atlet bulu tangkis Kota Pontianak yang pernah mewakili Kalimantan Barat pada Popwil di Bengkulu yang berhasil sukses dengan meraih juara pertama.
Menurut Yessy program PBSI untuk mengirim pemain berlatih di klub keluar wilayah Kalbar sudah tetap dalam rangka meningkatkan kualitas pemain yang tujuannya untuk dapat bersaing dengan daerah lain di Indonesia. Menurutnya sampai saat ini Kalbar masih belum unjuk gigi dalam cabor bulu tangkis.
“Saya sangat senang bila program itu dapat terwujud, tapi jangan cuma program saja sedangkan pelaksanaannya tidak,” kata Yessy saat ditemui di gedung bulu tangkis Kota Pontianak Rabu kemarin.
Untuk sarana, Yessy mengungkapkan sudah puas dengan fasilitas yang disediakan, baik oleh PBSI Kota Pontianak atau PBSI Kalimantan Barat. “Fasilitas sekarang kita sudah punya seperti gedung bari ini dan Gor Bumi Khatulistiwa,” ungkap Yessy.
Ia juga berharap dengan adanya program tersebut PBSI lebih giat lagi untuk membina atlet-atlet daerah dan lebih memperhatikan atlet. Bagi Yessy program tersebut sangatlah membantu selain untuk kompetensi atlet juga untuk daerah Kalimantan Barat.
“Kalau ada pemain yang baik dan mampu bersaing dengan pemain luar, yang pasti kalbar akan dibaca, apalagi sampai menjadi juara, itukan sudah dapat mengharumkan nama daerah kita bersama,” tambah Yessy.
Selain itu, saat ditanyai tentang apabila dirinya ditunjuk untuk berlatih di klub luar Kalimantan, Yessy menjawab ia akan bersedia untuk panggilan itu. “Kalau saya yang ditunjuk untuk latihan keluar, dengan tanpa ragu saya pasti akan berangkat dan menerima tawaran tersebut,” tegasnya.
Ia beralasan, selain untuk memajukan hobinya, sampai saat ini Yessy masih ingin kembali mengharumkan nama Kalbar di kancah nasional setelah pada 2009 kemarin ia pernah mengharumkan Kalbar di Popwil Bengkulu.

Uray Ristiana Berharap di Remaja Putri

Uray Ristiana Berharap di Remaja Putri
Oleh: Ubay KPI

Unggulan kedua di kelompok junior putri Uray Ristiana lebih berahrap menjadi juara di kelompok remaja putri. Pasalnya, Uray ristiana menjadi unggulan pertama di kelompok remaja putri.
Peserta yang berlatih di Malabar Tangkas klub ini berharap mampu menjadi wakil Kota Pontianak pada Porprov Juli mendatang.
Ia mengakui, di kelompok junior putri lawan terberatnya adalah Yessy Agreins. “Cukup berat untuk dapat mengalahkan Yessy. Dia unggulan pertama, namun saya akan berusaha juga untuk mengahadapi dia bila nanti di junior putrid bertemu,” akunya.
Sebelum berlatih di Malabar Tangkas klub, Uray Ristiana berlatih di Camp 43. namun Uray Ristiana pindah ke Malabar Tangkas beberapa waktu lalu. “Saya merasa berada di Camp 43 kurang tangkas sehingga saya memilih pindah ke Malabar Tangkas, dan kepindahan saya mendapat kelonggaran dari pelatih Camp 43,” ungkapnya.
Ia menambahkan, di Malabar Tangkas ia lebih berekembang dan mampu memperbaiki permainannya. “Semoga saja saya dapat mewakili Kota Pontianak pada Porprov mendatang,” harapnya.

Rina Suyantina Vs Indriani Rubber Set

Rina Suyantina Vs Indriani Rubber Set
Oleh: Ubay KPI

Rina Suyantina unggulan ketiga kelompok junior putri harus bermain rubber set untuk mengalahkan lawannya Indriani pada pertandingan Walikota Cup di lapangan bulu tangkis Kota Pontianak Jalan Tabrani Ahmad Pontianak Barat Rabu ((3/3) kemarin.
Pada set pertama, Rina berhasil mengalahkan Indriani dengan skor 21-19 namun pada set kedua Indriani membalas kekalahnya dengan mengakhiri set kedua dengan skor 21-16 untuk kemenangan Indriani. Skor 1-1 sehingga harus ditentukan dengan rubber set. Set ketiga dimenangkan oleh Rina dengan skor 21-15.
Sepanjang set pertama, kedua pemain bermain dengan taktis dan saling silih berganti menambah poin, namun akhirnya dimenangkan oleh Rina.
Pada set kedua, Indriani bermain lebih baik dan jarang melakukan kesalahan sehingga mampu menguasai permainan dan sesekali mendikte permainan Rina. Indriani berhasil memenangkan pertandingan set kedua.
Pada set ke tiga Indriani sering melakukan kesalahan sendiri dengan pukulan yang sering kluar lapangan. Sedangkan rina bermain dengan sangat cmerlang pada set ketiga. Sehingga Rna mampu menyelesaikan set ketiga dengan skor 21-15.
Menurut Rina, pertandingan melawan Indriani tidak terlalu berat dan sedikit mudah hanya saja ia harus bermain dengan 3 set karena ia belum kenal betul dengan lapangan baru itu. “Lapangannya licin sehingga seringkali kadang saya kehilangan keseimbangan dalam melangkah,” kata Rina Suyantina.
Menurut Indriani, ia mengaku sat pertandingan tidak terlalu konsentrasi karena suasana gedung yang sangat panas, sehingga sangat mempengaruhi permainannya,” ungkap Indriani usai pertandingan kemarin.
“Saya masih canggung menggunakan lapangan ini, mungkin karena masih baru atau belum biasa,” tambah Indriani.
Selanjutnya, pada pertandingan semifinal Rina Suyantini akan mengahadapi unggulan kedua yakni Uray Ristiana yang menang pada pertandingan atas Widia Yolanda, sedangkan Yessy akan meladeni rekan satu klubnya yang juga lolos ke semifinal setelah mengalahkan Nurwinda Ningsih kemarin yakni Nurul Febriani.
Pelaksanaan pertandingan semifinal akan diselenggarakan hari ini mulai pukul 19.00 di lapangan bulu tangkis Kota Pontianak.

Steviolin Marcella. Bibit Baru Bulu Tangkis Kalbar

• Steviolin Marcella
Bibit Baru Bulu Tangkis Kalbar
Oleh: Ubay KPI

Kecil. Tingginya mungkin hanya lebih sedikit dibandingkan raket yang diayunkannya. Namun, pukulan dan gerakannya mantap. Walaupun kalah dari lawannya Sopia, namun penonton dibuat berdecak kagum.
Dia, Steviolin Marcella, bocah kecil kelahiran 17 Oktober 2003 ini menjadi perhatian penonton saat bertanding kemarin di lapangan bulu tangkis Kota Pontianak, Rabu (3/3) kemarin. Cucu Tong Li seorang pemain badminton kota ini, bermain di kelompok umum di bawah 8 tahun.
Aldi, ayahnya, salah satu pemain bulu tangkis non-PBSI yang cukup dikenal di Pontianak.
Menurut Aldi, Stevi memegang raket sejak usia 5 tahun. Meski masih belia, Steviolin Marcella melakukan latihan setiap hari di Gor Jantung Sehat Jalan Penjara.
Menurut cerita Aldi ayah Steviolin Marcella, Steviolin Marcella memang punya kehendak sendiri untuk bermain bulu tangkis, tidak ada tuntutan atau dorongan dari kakek atau ayahnya meskipun mereka juga pemain bulu tangkis. “Kemungkinan Stevi suka aja dengan bulu tangkis, karena ia sering saya bawa kalau saya lagi ikut pertandingan,” ujar Aldi kemarin usai menemani Steviolin Marcella bertanding.
Turnamen ini merupakan turnmen pertama kali yang diikuti oleh Steviolin Marcella. Namun melihat penampilannya kemarin, siswa kelas 2 SD ini mental bertandingnya sudah tampak meskipun sesekali ia melihat kepada ayahnya ketika melakukan kesalahan. Untuk seusia Steviolin Marcella, penampilannya sudah bagus karena telah didukung dengan teknik dan lainnya.
Saat ini Steviolin Marcella masih belum bergabung dengan klub yang ada di Kota Pontianak, Steviolin Marcella dilatih oleh Aldi ayahnya.
Melihat keinginan kuat yang ada dalam diri Steviolin Marcella untuk bulu tangkis, saat ini ayahnya tengah mengusahakan bea siswa untuk berlatih di klub luar Kalimantan supaya nantinya dapat menjadi pemain yang hebat dan mampu mengharumkan nama Kalimantan Barat.
“Saat ini kami usahakan mencarikan bea siswa, namun bila nanti tetap tidak dapat, kami tetap akan mengirim Steviolin Marcella ke klub besar yang ada di Indonesia,” ungkap Aldi.
“Untuk Steviolin Marcella saya akan berusaha mewujudkan kesukaannya pada bulu tangkis, dan nanti ia akan saya masukkan ke PB Djarum,” tambah Aldi
Steviolin Marcella saat diwawancarai usai pertandingan kemarin mengatakan, bahwa dirinya suka dengan bulu tangkis karena ingin menjadi juara dan dapat membela Kalimantan Barat di tingkat nasional serta pasukan Garuda di tingkat internasional.
Saat ditanyai mengapa sering melihat ke arah bapaknya ketika bertanding kemarin, Steviolin Marcella mengatakan bahwa dirinya minta diajarin ketika melakukan kesalahan, “Minta diajarin biar tidak melakukan kesalahan yang berturut-turut, saya tidak takut dengan ayah,” kata Steviolin Marcella kemarin sambil dipangku oleh ayahnya.
Meskipun turnamen ini merupakan pertama kali bagi Steviolin Marcella, ia mengaku kedepannya andaikan tidak ditemani ayahnya, ia yakin akan tetap bisa main.

Yessy Agreins Sulingan. Unggulan Pertama Putri Junior

• Yessy Agreins Sulingan
Unggulan Pertama Putri Junior
Oleh: Ubay KPI

Yessy Agreins Sulingan menjadi unggulan pertama di kelompok junior putri pada turnamen Walikota Cup sekaligus seleksi pemain Kota Pontianak menjelang Porprov yang dilaksanakan di gedung bulu tangkis Kota Pontianak mulai tanggal 2 Maret kemarin.
Unggulan kedua di kelompok junior putri ditempati oleh Uray Ristiana dan ketiga Rina Rina Suyantina.
Putri pasangan Hendrik Sulingan dengan Stien Snari Meode kelahiran 07 Agustus 1992 ini optimis akan menjadi wakil Kota Pontianak pada Porprov Juli mendatang. Ia mengakui, lawan terberatnya diseleksi ini adalah rekannya sendiri dari PB Lion yakni Rina Suyantina.
Atlet yang saat ini duduk di kelas 2 SMAN 1 Sungai Raya ini merupakan salah satu dari 4 pemain yang diturunkan oleh PB Lion untuk seleksi Kota Pontianak. Yessy juga pernah berlatih di klub luar Kalimantan yakni ia pernah berlatih di PB Dwi Jaya Jakarta selama 4 tahun dan berlatih di PB Ratih Banten selama 2 tahun yang kemudian kembali lagi ke PB Lion.
Sederet pengalaman telah dimiliki, seringkali ia menjadi wakil Kalimantan Barat di kelas Taruna seperti ketika Popwil pelajar di Bengkulu meraih juara 1 perorangan , Kejurnas 2009 Jakarta masuk delapan besar, Popnas 2009 Yogyakarta masuk delapan besar dan Popda 2009 mewakili Kota Pontianak meraih juara 1.
Pada Kejurnas 2010 di Surabaya sebenarnya Yessy juga mendapat penggilan dari PBSI Kalimantan Barat untuk ikut bertanding mewakili kalbar bersama Ismail dan Kharisma, namun bertetapan dengan itu, Yessy sedang try out sehingga ia memilih untuk tidak ikut.

Gedung Bulu Tangkis Kota Pontianak Diresmikan

Gedung Bulu Tangkis Kota Pontianak Diresmikan
Oleh: Ubay KPI

Gedung bulu tangkis Kota Pontianak yang dibangun di Jalan Tabrani Ahmad Pontianak Barat dan baru saja rampung diselesaikan pembangunannya, diresmikan oleh Walikota Pontianak Sutarmidji Selasa (2/3) sore.
Usai diresmikan, gedung baru tersebut langsung digunakan untuk pertandingan bulu tangkis Walikota Cup sekaligus penyeleksian untuk atlet bulu tangkis yang nanti akan mewakili Kota Pontianak pada ajang Pekan Olahraga Provinsi Juli mendatang di Pontianak.
Gedung kokoh yang megah dengan cat hijau yang berdiri di tanah milik Pemkot Kota Pontianak tersebut yang pada awalnya diperkirakan menghabiskan dana Rp3 M ternyata melebihi dari perkiraan. Bangunan tersebut setelah diresmikan kemarin menurut pengelola gedung telah menghabiskan dana Rp4,3 M, satu miliyar lebih dari perkiraan.
Dana bangunan gedung berasal dari dana KONI Kota Pontianak dan bantuan dari Pemkot Kota Pontianak.
Gedung bulu tangkis baru tersebut terdiri dari 4 lapangan, 1 musholla, 2 WC, 3 ruang ganti dan tribun penonton yang berkapasitas 1300 penonton.
Menurut Walikota Pontianak Sutarmidji, dana sisa sebanyak Rp250 juta akan digunakan untuk fasilitas yang masih belum rampung dan perlu difasilitasi. “Rp250 juta sisa anggaran akan digunakan untuk fasilitas gedung,” ungkap Sutarmidji saat diwawancarai.
Menurut Sutarmidji, bangunan yang rintis oleh KONI Kota Pontianak dan yang dibantu oleh dana Pemkot tersebut nantinya akan dikembalikan untuk dijadikan aset Kota Pontianak, namun pengunaannya tetap akan digunakan oleh Pengcab PBSI Kota Pontianak dan klub-klub yang bermaksud untuk berlatih di gedung tersebut.
“Kita kembalikan ke Pemkot supaya Pemkot memiliki aset Rp4,3 miliyar, dan itu saya rasa tidak salah karena pembangunannya juga mendapat tunjangan dari dana pemkot,” kata Sutarmidji.
“Makanya, gedung ini kita beri nama Kota Pontianak. Sedangkan untuk pengelolaannya nanti kita serahkan ke Pengcab PBSI Kota Pontianak,” tambah Sutarmidji.

Walikota Cup. 223 Peserta dari 5 Kelompok yang Dipertandingkan

• Walikota Cup
223 Peserta dari 5 Kelompok yang Dipertandingkan

Setelah secara resmi dibuka oleh Walikota Pontianak. Turnamen Wali Kota Cup langsung dimulai pada hari Selasa (2/3) sore kemarin bertempat di lapangan bulu tangkis Kota Pontianak.
Sebanyak 223 peserta ikut serta pada turnamen ini.
Turnamen ini mempertandingkan 5 kelompok, yakni kelompok di bawah 12 tahun, di bawah 14 tahun, di bawah 16 tahun, di bawah 23 tahun, dan kelompok bebas.
223 peserta yang ikut dalam turnamen ini terbagi dalam lima kelompok dengan rincian. Kelompok 12 ke bawah terdiri dari 55 peserta putra dan putri kelompok 14 tahun 32 peserta, 16 tahun 48 peserta, kelompok usia 23 tahun ke bawah 56 peserta dan kelompok bebas 32 peserta.
Pada pertandingan pertama kemarin, mempertandingkan kelompok remaja putra yang saling berhadapan antara Nur Fadilah Vs Prayoga.
Pertandingan perdana tersebut yang bertempat di lapangan 4 dimenangkan oleh Prayoga dengan 2 set langsung. Set pertama Prayoga menyelesaikan dengan mudah dan terpaut angka yang jauh, yakni 21-8 untuk kemenangan Prayoga. Begitu pula dengan set kedua yang dimenangkan oleh Prayoga dengan skor 21-8.
Turnamen Walikota Cup selain didukung oleh Pemkot Kota Pontianak, Pengda PBSI Kalimantan Barat, Pengcab PBSI Kota Pontianak dan KONI Kota Pontianak dan Dispora Kota pontianak juga didukung oleh beberapa sponsor yakni, Bank Kalbar, Duta Promosi, PDAM Kota Pontianak, PD. Gudang Garam , Telkomsel, Arena Sport, Ro Win, Bank BSM, PT Alas Kusuma dan Fun Station.
Menurut panitia Bagian Pertandingan, Rudi Enggano, turnamen ini akan dilaksanakan sampai tanggal 6 Maret. “Kalau tidak ada halangan mungkin kita akan menyelesaikan semua pertandingan hingga tanggal 6 Maret,” kata Rudi Enggono kemarin saat diwawancarai usai pembukaan.
Selain itu, ketentuan peserta bagi kelompok di bawah 12, 14 dan 16 tahun untuk menyertakan foto kopi kartu keluarga, sedangkan untuk usia 23 harus menunjukkan kartu tanda penduduk. “Untuk usia 23 tahun ini ‘kan sekaligus penyeleksian, jadi mereka harus menunjukkan KTP Kota Pontianak. Kelompok ini dikhususkan bagi peserta yang berdomisili di Kota Pontianak, di luar itu, tidak boleh ikut,” ungkapnya.
“Kelompok bebas, tidak perlu menunjukkan KTP, karena kelompok ini siapa saja boleh ikut, baik dari luar Kora Pontianak,” tambahnya.

Sutarmidji: PBSI Kota Pontianak Targetkan Juara Umum • Bonus Atlet Berprestasi Ditambah

Sutarmidji: PBSI Kota Pontianak Targetkan Juara Umum
• Bonus Atlet Berprestasi Ditambah
Oleh: Ubay KPI

Ketua Umum Pengurus Cabang Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Kota Pontianak yang sekaligus Wali Kota Pontianak, Sutarmidji menargetkan juara umum pada cabang lomba bulu tangkis di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Juli mendatang.
Hal itu diungkapkan Sutarmidji setelah meresmikan gedung bulu tangkis Kota Pontianak dan membuka secara resmi turnamen Wali Kota Cup kemarin di Pontianak.
Tak hanya itu, Sutarmidji mengatakan Kota Pontianak diharapkan mampu menjadi juara umum pada Porprov mendatang.
Pada Porprov sebelumnya atlet Kota Pontianak yang mampu meraih medali emas untuk kontingen Kota Pontianak mendapat tunjangan bonus dari Pemkot Kota Pontianak sebesar Rp5 juta. Namun pada tahun ini menurut Sutarmidji bonus tersebut akan ditambah.
Akan tetapi saat ditanyai berapa nilai tambahan bonus untuk atlet berprestasi Sutarmidji tidak menyebutkan jumlahnya. “Yang jelas kami akan tambah bonus untuk atlet yang berprestasi, entah itu tambahnya seratus atau dua ratus ribu itu belum pasti, yang pasti Pemkot akan menambah bonus dari bonus yang diberikan pada Porprov sebelumnya,” ungkap Sutarmidji sambil tersenyum saat jumpa pers usai membuka Wali Kota Cup kemarin.
Selain atlet yang mendapatkan tambahan bonus bila mampu berprestasi di ajang Porprov nanti, Pemkot juga akan menambah bonus bagi pelatihnya, “Biar sama-sama ditambah, kan tidak adil kalau cuma atletnya yang bonusnya ditambah.” Celetuk Sutarmidji.
Selain itu, sampai saat ini Kota Pontianak terus memberikan fasilitas untuk para atlet Kota Pontianak dengan mendirikan gedung-gedung olahraga. “Kita sudah bangun gedung bulu tangkis ini, dan kita sudah bangun Volly Indoor yang kami tempatkan di SMAN 8 Pontianak,” ungkap Sutarmidji.
Sutarmidji menambahkan, untuk sarana lainnya kita akan usahakan dengan bertahap, semoga saja nanti kita dapat memiliki sarana yang lengkap.

80 Klub Ikuti Turnamen Piala Kades Rantau Panjang ke-4

80 Klub Ikuti Turnamen Piala Kades Rantau Panjang ke-4

Oleh: Ubay KPI

Turnamen piala bergilir Kepala Desa Rantau Panjang Kecamatan Sebangki Kabupaten Landak telah dimulai sejak tanggal 7 Februari kemarin. Turnamen ini dilaksanakan di lapangan Angin Barat Sungai Jawi Rt 02 Rw 02 Rantau Panjang.
80 klub yang berasal dari Kecamatan Sebangki, Kuala Mandor B dan Sungai Ambawang ikut serta dalam turnamen ini untuk memperebutkan piala bergilir Kepala Desa Rantau Panjang, piala tetap dan sejumlah bonus dari panitia.
Tahun ini merupakan piala bergilir yang ke empat kalinya dilaksanakan oleh panitia. Pada turnamen pertama piala bergilir diraih oleh tuan rumah yakni Angin Barat, sedangkan pada turnamen kedua piala bergilir Kepala Desa Rantau Panjang beralih ke tangan klub Cinta Damai yang berasal dari Sungai Ambawang dan pada turnamen terakhir atau pada turnamen yang ketiga juara pertama disabet oleh klub Aloma dari Sungai Pogok Rantau Panjang.
Pada tahun ini piala bergilir Kepala Desa Rantau panjang diperebutkan kembali, sampai kemarin pelaksanaan telah berjalan 23 hari.
Ketua Panitia, Siman mengatakan, turnamen ini ke depan akan dilaksanakan rutin setiap bulan Februari. “Sebelumnya turnamen ini tidak pasti waktunya, karena masalah kondisi kepanitiaan dan lainnya,” kata Siman kemarin saat dikonfirmasi di ruang panitia.
Turnamen ini terlaksana selain kerja keras panitia juga berkat kerjasama dengan masyarakat, khususnya masyarakat Rantau Panjang dan pihak kepolisian Kecamatan Sebangki. “Insya Allah penutupan nanti penyerahan piala kepada pemenang akan diserahkan oleh Kapolsek Sebangki,” ungkap Siman.
Panitia Piala Bergilir Kepala Desa Rantau Panjang sampai saat ini meskipun pertandingan sudah berlangsung masih membuka pendaftaran bagi klub-klub yang ingin mengikuti. Menurut Sekretaris Panitia, pendaftaran akan ditutup setelah putaran pertama telah selesai dilaksanakan secara keseluruhan. “Kami terus menerima pendaftaran sampai akhir babak penyisihan, makanya jadwal final masih belum dapat dipastikan,” ungkapnya.
Panitia pelaksana dalam turnamen ini untuk memimpin sebagai wasit mempercayakan kepada tiga orang wasit yakni Sudi dari Kota Pontianak, Syamsial dan Nakib dari Rantau Panjang.

Arjuna Tundukkan Boy Star

Arjuna Tundukkan Boy Star

Oleh: Ubay KPI

Tim sepak bola Arjuna yang berasal dari Parit Lambau Desa Mega Timur Kecamatan Sungai Ambawang berhasil memenangkan pertandingan pada putaran pertama piala bergilir Kepala Desa Rantau Panjang ke-4 setelah mampu mengalahkan tim Boy Star yang berasal dari Sungai Segak Kecamatan Sebangki yang dilaksanakan Senin (1/3) kemarin di lapangan Angin Barat Desa Rantau Panjang.
Arjuna yang dikomandoi oleh Su’adi memenangi pertandingan dengan skor tipis yakni 1-0 atas lawannya Boy Star.
Satu gol yang sekaligus membawa Arjuna menang diciptakan oleh Joi pemain sayap kanan Arjuna pada menit ke 20 babak pertama setelah terlepas dari kawalan tiga pemain belakang Boy Star. Tendangan keras gagal dijinakkan penjaga gawang Boy Star.Skor berubah menjadi 1-0 untuk Arjuna.
Sepanjang pertandingan, pemain Arjuna mendapatkan 2 kartu kuning oleh wasit yang dipimpin oleh Sudi. Kartu kuning pertama diterima oleh Syafi’i karena menyikut kepada pemain lawan sedangkan kartu kuning kedua diberikan wasit kepada Jubeironi karena telah memegang bola dengan sengaja setelah melakukan perebutan bola udara dengan lawan.
Saat perebutan bola udara dengan lawan, tidak diketahui kawannya juga ikut berebut pada saat itu, karena perebutan itu, siku Jubeironi mengena
Pelipis Juki, pemain Arjuna sempat pecah terkena siku temannya sendiri saat terjadi perebutan bola.
Sepanjang babak kedua, banyak sekali peluang untuk Arjuna, namun penyelesaian akhir yang kurang sempurna, Arjuna tak mampu menambah gol. Sampai akhir babak kedua, skor tetap 1-0 untuk Arjuna.

Liga U21. Eraktude, Pimpinan Klasmen Takluk

• Liga U21
Pimpinan Klasmen Takluk

Oleh: Ubay KPI

Gagak Hitam (Erkatude) yang diunggulkan pada pertandingan kemarin menyerah 0-1 saat berlaga menghadapi si Ikan Hiu (PSPI) pada lanjutan Liga U-21 di lapangan Keboen Sajoek Pontianak, Senin (1/3) kemarin.
Satu gol yang tercipta pada pertandingan kemarin tercipta lewat titik putih yang dieksekusi oleh pemain depan PSPI, Rudi Hartono.
Penunjukan titik putih setelah Budi pemain belakang Erkatude melakukan pelanggaran di kotak terlarang kepada Hengki penyerang PSPI pada menit ke-26 babak pertama. Skor 1-0 tetap sampai turun minum.
Pada babak kedua, Erkatude sering kali mengepung pertahanan PSPI, di menit awal babak kedua, Fikri nyaris menyamakan kedudukan setelah mendapat umpan matang dari Syahril, namun peluang emas itu tak dapat dimanfaatkan dengan baik oleh Fikri, padahal bola umpan matang yang disodorkan oleh Syahril sudah lepas dari penjaga PSPI. Andaikan Fikri dapat menyentuhnya sedikit saja bola tersebut dapat terjadi gol. Namun sayang Fikri tak dapat memanfaatkan peluang itu.
Begitu pula pada pertengahan babak kedua, Mawardi nyaris membobol gawang PSPI namun kembali peluang emas sodoran dari Syahril tak dapat dimanfaatkan oleh Mawardi. Sampai peluit kedua dibunyikan, skor tetap 1-0 untuk keunggulan PSPI. PSPI berhasil pulang dengan 3 poin.
Kekalahan dari PSPI merupakan kekalahan pertama bagi Erkatude dari tiga kali pertandingan dan satu gol yang bersarang ke gawang Erkatude merupakan gol pertama yang tercipta karena dari dua kali pertandingan yang dilakoni oleh Erkatude, gawang Erkatude belum pernah kebobolan.

Khatulistiwa 1-0 Bintang Timur
Sebaliknya, nasib manis diterima oleh Khatulistiwa yang berhasil menang pada pertandingan kemarin saat menjamu Bintang Timur. Khatulistiwa menang tipis 1-0 dan memperoleh tiga poin.
Dengan demikian, puncak klasemen sementara ditempati oleh Khatulistiwa yang meraih 9 poin dari tiga kali pertandingan tak pernah kalah. Sedangkan Eraktude yang berada di puncak klasemen sebelumnya harus turun ke posisi 4.
PSPI yang menang dan memperoleh 3 angka naik ke posisi 8 dari posisi 10 sebelumnya. Sedangkan Bintang Timur tetap tertahan di posisi 11 klasemen sementara Liga U-21.

Jumbo Latihan Bersama Erkatude

Jumbo Latihan Bersama Erkatude
Oleh: Ubay KPI

Minggu (1/3) FC Jumbo menjalani latihan bersama dengan Erkatude di lapangan Sultan Syarif Abdurrahman Pontianak.
Jumbo yang ditukangi oleh Adi Thamrin mantan pemain Persipon Pontianak dan Sugiarto yang menukangi Erkatude selain sama-sama pelatih, keduanya juga sebagai Pembina di Sekolah Sepak Bola (SSB) Khatulistiwa sehingga meski timnya sama-sama ikut dalam Liga U-21 mereka tetap menjalin hubungan yang harmonis.
Menurut Adi Thamrin, latihan bersama antara Jumbo FC dan Erkatude sudah dijalaninya sejak dua pekan yang lalu. Dengan tujuan disamping untuk persiapan di Liga U-21 juga agar antar pemain Jumbo FC dan pemain Erkatude sama-sama kenal dan berbagi kemampuan dan kebersamaan antara satu sama lain di antara pemain.
“Yang jelas latihan bersama ini agar setiap pemain saling mengenal dan apabila mereka bertemu dalam pertandingan ketika terjadi benturan mereka tidak saling ngotot dan tetap sportif,” ungkap Adi saat ditemui usai latihan.
Senada dengan apa yang dikatakan oleh pelatih Gagak Hitam (Erkatude) Sugiarto, bahwa latihan bersama selain untuk mempererat hubungan mereka meskipun beda klub, mengingat pemain Erkatude dan Jumbo ada yang dipanggil oleh PSSI Kota Pontianak untuk mengikuti TC. “Mereka yang dipanggil selain berlatih bersama PSSI Kota Pontianak kami juga membantu meningkatkan skill mereka dengan latihan bersama ini,” ujar Sugiarto.
Selain itu, menurut Adi kegiatan ini juga untuk mencari bibit generasi ke depan dalam klub. Namun yang lebih penting adalah untuk persiapan Porprov.
Dalam latihan ini, kedua tim juga dibimbing untuk dapat menjaga kebersamaan baik antar pemain atau wasit dalam pertandingan. Seperti banyak terjadi, pemain selalu menyalahkan keputusan wasit bila dianggap merugikan timnya. Mereka diberi pemahaman tentang masalah itu dan lainnya.
“Sering kali wasit disalahkan oleh pemain, wasit juga manusia tetap ada kesalahan. Kesalahan itu ‘kan milik manusia,” ungkap Adi Thmarin dengan serius.
Disinggung tentang adanya pemain yang dipanggil dalam tubuh Jumbo FC oleh pengurus PSSI Kota Pontianak untuk menjalani TC berjalan, Adi mengharapkan 4 pemain yang dipanggil dapat lolos dari seleksi dan bisa memperkuat tim Kota Pontianak di Porprov nanti.
“Melihat kemampuan mereka yang dipanggil oleh pelatih sepak bola Kota Pontianak saya yakin mereka akan lolos dan menjadi skuad tim Persipon di Porprov nanti,” kata Adi.
“Kami harapkan juga mereka dapat bergabung di Persipon karena saya lihat kualitas mereka memang lebih,” harap Adi Thamrin.

Liga U-21 Hari Ini, PSPI Vs Erkatude

Pemain

Erkatude
Hendri, Budi, Tri Wahyu, Fikri, Syahril, Agus, Hardadi, Mawardi (c), Malik, Fandi, Nanang.

PSPI
Ryan Julpadi, Rudi Hartono (c), Wamin, Hengki, Ozi, Yudi, Safarudin, Zulkarnain, Feri Adra, Hendra, Ihsan.


* Liga U-21
Hari Ini, PSPI Vs Erkatude
Oleh: Ubay KPI

Partai tunda antara kesebelasan Ikan Hiu julukan PSPI lawan tim Gagak Hitam julukan Erkatude pada putaran ketiga lanjutan Liga U-21 Kota Pontianak di lapangan Keboen Sajoek Pontianak, dilaksanakan Senin (01/3) hari ini.
Pertandingan ini sebelumnya dijadwalkan pada hari Jumat (26/2) kemarin. Namun karena lapangan Keboen Sajoek digunakan untuk lomba atraksi barangsoi dalam rangka Cap Go Meh maka antara kedua kesebelasan ini dipertandingkan hari ini.
Erkatude yang merupakan tim kuat dan diunggulkan serta belum pernah kalah dalam dua pertandingan sebelumnya mengaku siap untuk berlaga menghadapi tim Ikan Hiu pada pertandingan hari ini.
Menurut pelatihnya Sugiarto, Erkatude akan tetap bermain dengan pemain intinya serta akan berusaha untuk dapat memenangkan pertandingan laga ketiga ini sekaligus untuk mempertahankan posisinya berada di klasemen atas.
“Kami tetap akan menggunakan formasi 3-5-2 pada pertadingan besok (hari ini) dengan memasang Syahril dan Malik di depan untuk dapat menggedor pertahanan lawan,” ungkap Sugiarto pelatih yang dijuluki gocekan gaek saat ditemui usai latihan di Gor Sultan Syarif Abdurrahman kemarin.
PSPI yang saat ini berada di posisi 10 klasemen sementara dan Erkatude di atas kertas yang diunggulkan menurut Mawardi kapten kesebelasan Erkatude tetap akan bermain maksimal sesuai dengan ciri khas Erkatude. Mawardi juga tetap meyakini kalau bola itu bundar dan berputar. “Kami dengan kawan-kawan akan tetap brsungguh-sungguh serta tidak akan meremehkan lawan, meskipun secara kasat mata kami berada di atas mereka,” kata Mawardi kemarin.
Begitu pula dengan yang diungkapkan Sugiarto, pelatih yang selalu merasa bahwa setiap lawan itu kuat meskipun itu tim kecil selalu menekankan kepada anak asuhnya untuk tetap konsentrasi dan selalu percaya diri serta membuang jauh-jauh perasaan yakin menang.
“Siapapun lawannya saya selalu terapkan kepada pemain untuk tidak meremehkan lawan dan tidak menganggap lawan lemah, karena bisa saja tim yang kecil dapat mengalahkan tim yang besar dan itu sering terjadi di dunia sepak bola,” tegas Sugiarto kemarin.
Pada latihan kemarin di lapangan SSA Pontianak, terlihat anggota skuad Erkatude datang semua melaksanakan sesi latihan sebelum bertanding pada hari ini.
Saat ini Erkatude merupakan satu-satunya tim yang belum pernah kebobolan dari dua laga yang dilakoninya.

Jenny: Volly adalah Hobi dan Karir

Jenny. Foto Ilham/Panitia IBPM

Jenny: Volly adalah Hobi dan Karir
Oleh: Ubay KPI

Jenny, gadis kelahiran 26 Januari 1993 putri dari pasangan suami istri bapak Lationo dan Deby Diana.
Gadis ini menyukai olahraga volly ball sejak kelas 4 Sekolah Dasar. Tubuhnya yang mendukung dengan tinggi 160 cm memang cocok sebagai spiker dan itu memang posisi yang ia perankan dalam setiap pertandingan.
Saat ini Jenny duduk di kelas 2 SMA Bina Utama dan juga menjadi pemain inti di tim bola volly sekolahnya.
Menurut Jenny yang menyelesaikan Sekolah Menengah Pertama di SMPN 2 Pontianak ini, volley tidak bisa dijauhkan dari kehidupannya karena olahraga ini sudah mendarah daging dalam tubuhnya. Selain sebagai hoby dan penunjang karirnya, olahraga volly bagi Jenny dapat tahu dunia luar dan banyak memberikan pengalaman.
Sejak menggeluti volly, Jenny sering kali dibawa bertanding keluar daerah Kota Pontianak, seperti ke Sekadau, Sintang dan daerah lainnya di Kalimantan Barat mengikuti pertandingan mewakili Kota Pontianak.
Selain itu, Jenny juga pernah mewakili Kalimantan Barat pada event volly pasir di kejuaraan nasional pada tahun 2009.
Saat ini, Jenny kembali dipanggil untuk mengikuti TC persiapan Kejurnas untuk mewakili Kalbar yang tempat pelaksanaannya Jenny lupa.
Selain aktif di tim volly sekolah dan tim kota Pontianak, Jenny juga aktif di klub Double M Kota Pontianak hingga sekarang.
Jenny dipanggil oleh Pengcab PBVSI baik Kota Pontianak dan daerah memang sangat wajar, karena permainnya sangat bagus terutama dalam spike. Pada turnamen IBV PM Teknik Untan bulan kemarin, Jenny penampilan Jenny sangat memukau setiap penonton yang menyaksikannya. Tak terutama dalam spikenya, dari jarak tiga meter Jenny juga mampu melepaskan spike yang keras dan mematikan.
Meski menjadi pemain yang kelas provinsi, Jenny dalam kesehariannya tetap ramah akur terhadap teman-temannya. Jenny tidak membangga-banggakan dirinya lantas menganggap temannya tidak level. Dalam kesehariannya ia tetap menjalin hubungan yang baik dengan teman-teman sekolahnya. Seperti pengakuan temannya, yakni Suci Darmayanti. Menurut Suci, Jenny adalah sosok kawan patut diacungi jempol, karena kerendahan diri dan pandai merangkul teman meski teman tersebut jauh di bawahnya baik dari segi materi dan kemampuannya.
“Kak Jenny tu orangnya baik, suka menolong dan sangat disukai oleh kawa-kawan,” ungkap Suci Darmayanti.
Suci juga mengharapkan agar Jenny mampu menjadi pemain nasional dan membela pasukan Garuda di kancah internasional.

“Ini Baru Miftah”

“Ini Baru Miftah”
Oleh: Ubay KPI

Miftah penjaga gawang Wajah Baru memang tampil buruk saat timnya melawan Metra 83, 20 Februari lalu. Wajah Baru pulang membawa malu dengan kebobolan 6 gol dalam pertandingan itu. Saat berhadapan dengan Metra 83, Miftah melakukan tiga kesalahan dan semuanya menambah pundi gol lawan.
Setelah mendapat teguran keras dari pelatihnya karena mempengaruhi permainan rekan timnya serta menjadi Wajah Baru kalah, Miftah diberi beban berat saat berhadapan dengan Porti kemarin.
Pada pertandingan kemarin Wajah Baru vs Porti, Miftah bangkit dengan penampilan terbaiknya. Tercatat 16 kali dia melakukan penyelamatan selama dua babak saat bertanding kontra Porti kemarin. Tendangan-tendangan keras penyerang Porti dapat dijinakkannya, sehingga sampai akhir babak kedua, gawang Wajah Baru aman dari gol.
“Saya mengakui saat bertanding melawan Metra memang itu kesalahan saya yang terlalu meremehkan lawan. Saya berniat akan menebus kesalahan itu saat melawan Porti, Alhamdulillah saya dapat mewujudkannya,” aku Miftah usai pertandingan Sabtu kemarin.
Miftah juga meminta maaf kepada semua pemain terutama pada Iswan pelatih Wajah Baru karena telah menghilangkan 3 poin saat kalah dari Metra 83. Miftah mengatakan, selain meremehkan lawan, saat kontra Metra kondisi Miftah kurang fit. Dia juga menyebutkan ada kekurangan dari sarung tangan. “50% kesalahan yang terjadi saat kontra Metra disebabkan oleh sarung tangan yang sudah kurang baik,” ungkap Miftah.
Untuk pertandingan selanjutnya, Menurut Miftah, ia akan mengambil pelajaran dari kekalahan kemarin, bahwa lawan siapapun tidak boleh diremehkan dan akan bangkit dengan penampilan sesungguhnya supaya dapat membawa Wajah Baru menang. Miftah juga mengganti sarung tangan lama dengan sarung tangan yang baru.
Hasilnya, saat berlaga menghadapi Porti, Miftah tampil dengan sempurna dan tidak melakukan kesalahannya kembali.
Usai pertandingan menghadapi Porti, Pompy ujung tombak Wajah Baru memuji penampilan Miftah yang sempurna karena tidak mengulang sejarah kelam pada pekan sebelumnya yang dikalahkan oleh Metra 83. “Itu baru Miftah yang sesungguhnya,” puji Pompy saat ditanyai tentang penampilan Miftah.
Menurut Pompy, sebelum pertandingan kemarin pada pagi harinya ketika di ruang kelas sekolahnya yakni di SMA Bhayangkari, Pompy dan Miftah saling berjanji akan bermain baik dengan kemampuan yang maksimal.

Senin, 19 April 2010

Gol Pompy Kalahkan Porti

Gol Pompy Kalahkan Porti
Ubay KPI

Pompy yang menjadi algojo eksekutor pinalti yang dihadiahi wasit M. Sadikin pada pertandingan kemarin saat melawan Porti karena Ari dianulir terjdi hansbal dikotak pinalti pada kahir babak pertama berhasil melaksanakan tugasnya dengan baik. Gol Pompy satu-satumya yang tercipta pada pertandingan kemarin sekaligus menjadi penentu dan menundukkan Porty.
Pada pertadingan kemarin, Pompy yang juga penyerang SMA Bhayangkari ini di pasang oleh Iwan pelatih Wajah Baru sebagai penyerang tunggal untuk memancing dan menggedor pertahanan Porty.
Pompy yang diharapkan mampu mencetak gol tak berhasil menambah koleksi golnya selain gol tunggal yang diciptakan lewat titik pinalti pada babak pertama.
Dengan gol tunggal yang diciptakannya ia mengaku merasa puas karena telah mampu mengalahkan Porti yang merupakan tim kuat. “Awalnya cukup bebar saat bermain berhadapan dengan Porti, tapi kami yang juga didukung oleh pemain pengalaman sejak awal tak ingin pesimis dan tetap menargetkan menang,” ungkap Pompy usai pertandingan kemarin.
Kepiawaian Pompy memang tidak diragukan dalam sepak bola, pemain yang dikenal dengan speed yang cepat ini meski sendirian dipasang sebagai ujung tombak di depan sering kali dapat memperdayai pemain belakang Porti pada pertandingan kemarin. Seringkali bila bola berada di kakinya dua tiga pemain dapat dilewati. Namun kadang penyelesaian akhir kadang kurang maksimal. “Saya sempat kebingungan ketika saya membawa bola, karena gelandang dan penyerang kadang lambat untuk membantu saya,” kata Pompy.
Untuk selanjutnya, penyerang dan gelandang Menurut Pompy perlu disinergiskan dan dituntut aktif untuk membantu penyerangan ataupun pertahanan.
Saat disinggung mengenai tidak dipanggilnya oleh pelatih Kota Pontianak Herman Nasir ke skuad tim sepak bola Kota Pontianak untuk Porprov Juli mendatang Pompy mengatakan sangat tidak mempengaruhi performa permainan dan semangatnya. “Saya tetap akan bermain dengan permainan saya yang sesungguhnya, meskipun sampai saat ini saya belum dapat panggilan untuk membela sepak bola Kota Pontianak,” ungkap Pompy.
Menurut Pompy, andaikan nanti dirinya dipanggil untuk memperkuat sepak Bola Kota Pontianak, ia akan dengan hormat menolak tawaran itu. “Saya bukan tidak mau atau jual mahal untuk membela sepak bola Kota Pontianak, tapi saya akan bermain di futsal Kota Pontianak. Karena futsal adalah karir saya yang lebih saya sukai.”
Keputusan itu Menurut Pompy juga untuk kepentingan Kota Pontianak dan nantinya bila berhasil juga akan kembali pada daerah Kota Pontianak.

Pompy, Eksekutor

Pompy, Eksekutor
Oleh: Ubay KPI

Pompy yang menjadi eksekutor pinalti saat Wajah Baru melawan Porti dalam laga sepakbola U-21, Sabtu (27/2). Pompy berhasil melaksanakan tugasnya dengan baik. Gol Pompy satu-satumya yang tercipta pada pertandingan kemarin sekaligus menjadi penentu kemenangan Wajah Baru atas Porti.
Pada pertadingan kemarin, Pompy yang juga penyerang tim futsal SMA Bhayangkari ini dipasang oleh Iwan pelatih Wajah Baru sebagai penyerang tunggal untuk memancing dan menggedor pertahanan Porti.
Pompy yang diharapkan mampu mencetak gol tak berhasil menambah koleksi golnya selain gol tunggal yang diciptakan lewat titik pinalti pada babak pertama.
Dengan gol tunggal yang diciptakannya ia mengaku merasa puas karena telah mampu mengalahkan Porti yang merupakan tim kuat. “Awalnya cukup berat saat bermain berhadapan dengan Porti, tapi kami yang juga didukung oleh pemain pengalaman sejak awal tak ingin pesimis dan tetap menargetkan menang,” ungkap Pompy usai pertandingan kemarin.
Kepiawaian Pompy memang tidak diragukan dalam sepak bola, pemain yang dikenal dengan speed yang cepat ini meski sendirian dipasang sebagai ujung tombak di depan sering kali dapat memperdayai pemain belakang Porti pada pertandingan kemarin. Seringkali bila bola berada di kakinya dua tiga pemain dapat dilewati. Namun kadang penyelesaian akhir kurang maksimal. “Saya sempat kebingungan ketika saya membawa bola, karena gelandang dan penyerang kadang lambat untuk membantu saya,” kata Pompy.
Untuk selanjutnya, penyerang dan gelandang menurut Pompy perlu disinergiskan dan dituntut aktif untuk membantu penyerangan ataupun pertahanan.
Saat disinggung mengenai namanya tidak dipanggil oleh pelatih Kota Pontianak Herman Nasir ke skuad tim sepak bola Kota Pontianak untuk Porprov Juli mendatang Pompy mengatakan sangat tidak mempengaruhi performa permainan dan semangatnya. “Saya tetap akan bermain dengan permainan saya yang sesungguhnya, meskipun sampai saat ini saya belum dapat panggilan untuk membela sepak bola Kota Pontianak,” ungkap Pompy.
Menurut Pompy, andaikan nanti dirinya dipanggil untuk memperkuat sepak bola Kota Pontianak, ia akan dengan hormat menolak tawaran itu. “Saya bukan tidak mau atau jual mahal untuk membela sepak bola Kota Pontianak, tapi saya akan bermain di futsal Kota Pontianak. Karena futsal adalah karir saya yang lebih saya sukai.”
Keputusan itu menurut Pompy juga untuk kepentingan Kota Pontianak dan nantinya bila berhasil juga akan kembali pada daerah Kota Pontianak.

Skuad Kota Pontianak untuk Porprov 40 Pemain Dipanggil

40 Pemain yang Dipanggil

Nama Asal Klub Nama

Syamsul H, Adi Syatibi, Agus Juanda, Purnomo, Rio Riski dan Syukron Metra 83
Ferry, Rudy, Hengky, Wawan dan Elly PSPI
Dede, Nurdiansyah, Sabirin, Suhandi, M. Lukman dan Trianto Khatulistiwa
Abang Alvian, Fitra, Dedy dan Husnul Hidayat Jumbo
Syahril, Mawardi, Ahmad Budi dan Agus Erkatude
Dedy, Junaidi, Eka Pontura
M. Reza, Relly dan Ari Porti
Benny Irawan dan Bujang Zainudin Fisip
Indra Pratama dan Bowo Bintang Timur
Andri dan Reza Fahlevi Semangat Baru
Rismanto Wana Putra
Reza D2
M. Rifky Bima

• Skuad Kota Pontianak untuk Porprov
40 Pemain Dipanggil

Oleh: Ubay KPI

40 pemain dari 14 tim yang ikut dalam Liga U-21 telah dipanggil oleh pelatih sepak bola Kota Pontianak untuk menjadi skuad tim sepak bola Kota Pontianak Porpov Juli mendatang. 40 pemain ini hasil dari penyeleksian yang berjalan selama 2 minggu pelaksanaan Liga U-21.
Latihan pertama untuk pemusatan latihan (TC) menurut Herman Nasir akan dilakukan mulai hari Selasa (3/3) depan bertempat di lapangan Keboen Sajoek Pontianak mulai pukul 15.30.
Ke-40 pemain tersebut diantaranya berasal dari klub Erkatude sebanyak 4 orang seperti Syahril, Mawardi, Ahmad Budi dan Agus. Reza dari D2. Ferry, Rudy, Hengky, Wawan dan Elly dari klub PSPI. Sedangkan dari Khatulistiwa terdapat 6 pemain yang dipanggil oleh Herman Nasir pelatih Kota Pontianak diantaranya, Dede, Nurdiansyah, Sabirin, Suhandi, M. Lukman dan Trianto. Sedangkan dari Semangat Baru hanya 2 pemain yang mendapat penggilan dari Herman Nasir yakni Andri dan Reza Fahlevi.
Dari Jumbo ada 4 pemain seperti Abang Alvian, Fitra, Dedy dan Husnul Hidayat. Bintang Timur 2 pemain Indra Pratama dan Bowo, dan Rismanto dari Wana Putra. Sedangkan dari Pontura ada tiga pemain Dedy dan Junaidi juga penjaga gawang. Dari Bima hanya satu pemain yakni M. Rifky. Sedangkan dari Fisip ada ada 2 pemain yakni Benny Irawan dan Bujang Zainudin. Dari Porti ada M. Reza, Relly dan Ari yang juga dipanggil untuk memperkuat skuad Kota Pontianak.
6 pemain lainnya dipanggil dari klub Metra 83 yakni Syamsul H, Adi Syatibi, Agus Juanda, Purnomo, Rio Riski dan Syukron.
Dari 40 pemain yang telah dipanggil oleh PSSI Kota Pontianak, menurut Nasir selama latihan pada bulan pertama akan dilakukan evaluasi mana yang memang berbakat dan berpotensi untuk menajdi skuad tim sepak bola Kota Pontianak. “Selama satu bulan ke depan dari 40 pemain akan tetap diseleksi. Maka nanti akan ada yang tetap dipertahankan dan ada pula yang dikembalikan ke klub masing-masing,” ungkap Herman Nasir pelatih sepak bola Kota Pontianak kemarin saat ditemui di lapangan Keboen Sajoek.
“Tidak menutup kemungkinan nanti akan ada perekrutan pemain baru untuk menggantikan pemain yang telah dipanggil duluan, makanya kami tim penyeleksi tetap akan menilai semua pemain yang bermain di Liga U-21 sampai selesai nanti,” tambah Nasir.
Untuk penyeleksian ini menurut Nasir masih belum selesai. Ia menyebutkan ada pemain klub peserta Liga U-21 yang masih belum dipanggil seperti pemain Wajah Baru. Sampai saat ini pemain Wajah Baru masih belum ada satu pun yang dipanggil oleh tim seleksi PSSI Kota Pontianak. Dan diakui oleh Nasir, ia melihat sepertinya ada yang akan dipanggil dari pemain Wajah Baru namun Nasir tidak menyebutkan nama pemain tersebut.
PSSI Kota telah menjadwalkan bahwa pada bulan April semua pemain hasil dari seleksi harus telah melakukan pembentukan pemain dan semua penunjukkan pemain telah selesai yang terdiri sekitar 24 pemain.

Wajah Baru Kalahkan Pimpinan Klasmen Liga U-21

Wajah Baru Kalahkan Pimpinan Klasmen Liga U-21

Oleh: Ubay KPI

Wajah Baru berhasil menang 1-0 atas tim pimpinan klasemen sementara Porti pada pertandingan lanjutan Liga U-21 Sabtu (27/2) kemarin di lapangan Keboen Sajoek Pontianak.
Kemenangan tim besutan Iwan ini diperoleh karena pada akhir babak pertama mendapat hadiah pinalti dari M. Sadikin wasit yang memimpin pertandingan karena Ari handball di dalam kotak pinalti. Peluang emas tersebut diselesaikan dengan mulus oleh Pompy yang menjadi eksekutor kemarin.
Dengan gol yang diciptakan Pompy lewat titik pinalti membuat Porti ketinggalan 0-1 dan setelah beberapa detik setelah gol terjadi peluit panjang berbunyi bertanda babak pertama usai.
Sepanjang babak pertama sebenarnya Porti lebih mendominasi permainan, namun dari 9 kali tendangan yang mengarah ke gawang Wajah Baru semuanya dapat diantisipasi oleh Miftah penjaga gawang Wajah Baru. Sehingga 40 menit babak pertama Porti tak dapat menciptakan gol.
Pada babak kedua serangan Porti sedikit reda dan permainan berimbang dengan silih berganti melakukan serangan. Namun 40 menit babak kedua kedua tim tak satu pun menciptakan gol. Sehingga sampai peluit panjang babak kedua dibunyikan skor tetap 1-0 untuk keunggulan Wajah Baru.
Dengan kemenangan ini, Wajah Baru memperbaiki peringkat dari sebelumnya yang berada di posisi 7 naik ke posisi 3. Sedangkan Porti yang sebelumnya berada di puncak klasemen harus turun ke posisi 3 klasemen sementara.
Di partai sebelumnya pada hari yang sama, Fisip yang berhadapan dengan Bima berakhir dengan skor 0-2 untuk kemenangan Bima. 2 gol Bima diciptakan oleh Rifky pada menit 14 dan 78.

Wajah Baru Tutup Wajah di Hadapan Metra 83 • Porti Tundukkan Bima, Pimpin Klasmen

Wajah Baru Tutup Wajah di Hadapan Metra 83
• Porti Tundukkan Bima, Pimpin Klasmen

Oleh: Ubay KPI

Klub besutan bang Iwan, Wajah Baru harus tutup wajah di hadapan klub yang dilatih Ta’ok yakni Metra 83. Saat keduanya kontra di leg kedua Liga U-21 Kota Pontianak Sabtu (20/2) di lapangan Keboen Sajoek, Wajah Baru yang penuh pemain bintang harus menundukkan kepalanya karena pada pertandingan kemarin mengalami kekalahan telak. Lawannya, Metra 83 melesakkan 6 gol ke gawang Wajah Baru yang dijaga oleh Miftah yang juga penjaga gawang Bhayangkari dan Wajah Baru hanya mampu membalasnya dengan 3 gol saja.
Pada pertandingan kemarin, di menit-menit awal Wajah Baru unggul segala-galanya dari Metra 83 dan menguasai jalannya pertandingan. Meski menguasai bergulirnya bola di awal-awal babak pertama, namun Wajah Baru baru dapat mencetak gol pertama pada menit 20 babak pertama, Wajah Baru mampu unggul dengan mencetak gol ke gawang Metra yang dijaga oleh Syukron lewat kaki Hendra gelandang Wajah Baru.
Bermaian dalam tekanan, Metra berusaha melakukan serangan, gol balasan menyamakan kedudukan tercipta pada menit 31 babak pertama oleh Petrus penyerang Metra yang melepaskan bola tidak begitu keras namun tangkapan Miftah tidak maksimal sehingga bola jebol dari tangkapan tangan Miftah, skor 1-1.
Gol pertama terlihat Miftah sepertinya mengentengkan tendangan lawan dan tidak disangka bola tersebut masuk. Dengan gol pertama balasan Metra, tampak pemain Wajah Baru kualitas bermaiannya menurun, biasanya speed pemain yang cepat menurun. Para pemain kecewa dengan gol yang terjadi pertama kali yang terlalu diremehkan oleh Miftah.
Dengan kondisi itu, Metra yang mentalnya masih stabil tanpa tekanan, mencoba mengambil alih penguasan bola. Sehingga pada babak pertama Metra unggul 2-1 setelah tendangan Ahmad Wahyudi Habibi pada menit 39 tak dapat diantisipasi oleh Miftah dan gol. Skor 2-1 untuk keunggulan Metra menutup pertandingan pada babak pertama.
Pada babak kedua, terlihat pemain Wajah Baru masih terlena dan kecewa dengan penampilan penjaga gawangnya. Pada menit 42 kembali Ahmad Wahyudi Habibi menggoyang jala gawang Wajah Baru, lagi-lagi karena kelalaian Miftah menjinakkan bola bukan bola susah. Skor 3-1. Gol balasan dari Wajah Baru baru tercipta setelah babak kedua berjalan 7 menit. Randa Orza berhasil mengecilkan ketertinggalan setelah mampu melewatkan si kulit bundar dari hadangan Syukron.
Iwan pelatih Wajah Baru merubah formasi untuk memperkuat pertahanan. Dia mengganti formasi 4-4-2 menjadi 3-5-1. Namun meski telah di pagar dengan 8 pemain, pemain Metra semakin percaya diri sehingga kembali mampu menjebol gawang Wajah Baru pada menit 27 babak kedua, lewat Adi Satibi pemain yang baru masuk pada menit ke 21 babak kedua. Selang beberapa menit kembali Satibi mencetak gol setelah tendangan lemahnya meleret di kangkangan kaki Miftah lepas dari hadangan tangannya. Skor 5-2.
Tidak puas dengan skor 5-2, Susilo menyumbang satu gol buat Metra pada menit 35 sehingga skor berubah menjadi 6-2. Wajah Baru dapat mengecilkan ketinggalan pada menit menit ke-39 babk kedua lewat Arpiandi, skor menjadi 6-3 dan berakhir skor ini sampai babak kedua usai.
Sementara itu, di pertandingan partai pertama kemarin, antara Porti Vs Bima dimenangkan oleh Porti dengan skor 4-1. Gol Porti dicetak oleh Rusfi menit 20, Irwan menit 7 babak kedua, Geriel menit ke-30 dan 35 juga babak kedua. Sedangkan gol tunggal Bima dicetak oleh M. Rifky pada menit 28 babak pertama.
Dengan kemenangan Metra atas Wajah Baru maka kini Metra berada di posisi tiga dengan 4 poin klasemen sementara. Dan Porti yang menang atas Bima menjadikannya pemuncak klasemen dengan 6 poin.


Porti 4-1 Bima
Metra 83 3-6 Wajah Baru

Dua Tersangka Belum Ditangkap Nyawa Yusman Tak Tertolong

Dua Tersangka Belum Ditangkap
Nyawa Yusman Tak Tertolong

Ubay KPI/A Mundzirin
Borneo Metro, Pontianak
Yusman (40) korban pengeroyokan yang diduga dilakukan oleh To, MS dan YS di Dusun Pematang Rambai Kecamatan Kuala Mandor, Kamis (19/2) kemarin, nyawanya tak tertolong.
Sempat dirawat di ruangan intensif care unit (ICU) RSUD dr Soedarso, Yusman menghembuskan nafas terakhirnya, Sabtu (20/2) sekitar pukul 02.50 WIB.
Sebelumnya, luka tusukan pisau membuat ginjal Yusman terluka, usus terburai dan saluran kencingnya putus. Yusman meninggalkan seorang istri beserta lima orang anak.
Sebelum menghembuskan nafas terakhir, perawat rumah sakit Soedarso sempat memberitahukan kepada pihak keluarga yang menjaganya. Keluarga pun sontak kaget membayangkan Yusman hampir meninggal dunia.
Dalam kondisi tabah dan sabar serta bertawakkal, keluarga kemudian menemui Yusman di ruang ICU rumah sakit Soedarso. Samadeh, istrinya hanya mencium dan berkata untuk tidak menangisi suaminya kepada seluruh pihak keluarga.
Suasana histeris terjadi ketika orangtua dan anak korban mengetahui kepergian Yusman untuk selama-lamanya. Ibu Yusman menangis tersedu seraya berkata ‘Ibu memaafkan kamu nak,’.
Begitu pula anaknya 4 orang yang masih kecil, histeris menangis mengetahui bapaknya pergi untuk selamanya. Setelah diketahui sudah meninggal dunia, puhak keluarga langsung mencari ambulance untuk membawa jasad almarhum.
Mayat Yusman sekitar jam 04.00 dibawa keluarganya ke tempat kelahirannya Parit Lambau Rt 03 Rw 05 Dusun Mega Sempurna Kecamatan Sungai Ambawang dan disemayamkan di daerah itu juga.
Setelah disemayamkan, pihak kepolisian yang datang bersilaturrahmi dengan pihak keluarga korban. Sampai saat ini, kasus pengeroyokan yang sampai melayangkan nyawa Yusman yang melibatkan 3 bersaudara To, MS dan YS masih dalam proses pihak berwenang.
Informasi terakhir dari pihak kepolisian, sampai kemarin pelaku penggeroyokkan baru satu orang yang ditahan oleh pihak yang berwajib yakni To. Sedangkan MS yang menurut saksi yang menusukkan pisau dan YS yang ikut terlibat dalam penggeroyokkan, masih belum ditahan oleh pihak berwajib.
“Kami sudah memeriksa MS dan YS, tapi kami masih belum dapat bukti yang kuat untuk menahan mereka. Apabila nanti ada bukti yang memang melibatkan mereka, kami tetap akan menahan mereka berdua,” kata salah satu pihak polisi yang ikut dalam silaturahmi dengan keluarga korban di rumah Semali orangtua korban kemarin.
Pihak keluarga menuntut keras agar seluruh pelaku yang terdiri dari tiga orang ditahan oleh pihak yang berwajib. “Kami tidak ingin cuma To yang ditahan, karena sesuai dengan persaksian saksi mata yang ada saat kejadian, bahwa pelaku terdiri dari tiga orang yakni To, MS dan YS. Sebelum ketiganya ditahan, kami selaku pihak keluarga tidak akan tenang karena abang saya (Yusman) sampai meninggal,” tegas Jubeironi adik korban mengungkapkan di depan pihak kepolisian dalam silaturrahmi kemarin.
“Bagaimana kami sekeluarga bisa tenang kalau pelaku tidak ditangkap semuanya, kalau hanya satu yang di tangkap, hukum tidak adil, dan terlalu enak buat pelaku,” tambah Jubeironi dengan tegas.
Sementara itu, Kasat Reskrim Poltabes Pontianak Kompol Sunario S,Ik saat di temui di ruang kerjanya, membenarkan tentang kasus penusukan ini. “Kasus ini sendiri dipicu masalah proyek galian pipa PDAM serta pelaku penusukan tersebut adalah pelaku tunggal yaitu Tor yang sudah kita tahan di Mapoltabes Pontianak,” jelasnya.
Sunario juga mengatakan kedua orang yang diduga turut serta melakukan penusukan telah dilakukan pemeriksaan, namun dari pemeriksaan yang dilakukan oleh anggotanya kedua orang tersebut tidak dapat dibuktikan secara hukum terlibat penusukan.

Korban Penusukan Tetangga Akhirnya Meninggal Dunia

Korban Penusukan Tetangga Akhirnya Meninggal Dunia

Widi Aryadi
Borneo Metro, Pontianak

Yusman (40) yang menjadi korban penusukan yang dilakukan oleh tetangganya sendiri To,MS dan YS Kamis (18/2) kemarin akhirnya meninggal setelah sempat mendapatkan perawatan intensif di ruang ICU RSUD Dr Soedarso akibat lukanya yang cukup parah di bagian perutnya Sabtu (20/2) pukul 02.50

Perawat yang berjaga memberitahukan kepada pihak keluarga yang berada di luar.Ibu korban,Tarsiah (60) yang ikut menjaga korban diluar ruangan histeris begitu mengetahui anaknya telah meninggal dunia.Sementara isteri korban,Samade (30) mencoba tegar begitu mengetahui suaminya telah tiada.Anak-anak korban yang juga ikut menjaga ayahnya di luar ruangan menangis karena telah kehilangan ayahnya tercinta.

“perawat memberitahukan kepada keluarganya yang ada diluar ruangan kalau korban sudah meninggal dunia.semuanya berusaha tegar hanya bunya yang sedikit tidak terima dengan kepergian anaknya,”ungkap Jubeironi (22) adik korban.

Keluarga korban yang saat itu sedang berada dirumah langsung diberitahu dan langsung melihat keadaan korban di RSUD Dr Soedarso.Dan sekitar pukul 04.00 jenazah korban dibawa pulang ke tempat kelahirannya di Parit Lambau Desa Mega Timur kecamatan Sungai Ambawang.

Korban pun dibawa pulang ke tanah kelahirannya menggunakan Ambulans untuk disemayamkan dirumah orang tuanya.Dan sekitar pukul 08.00 korban dimakamkan dipemakaman umum disekitar rumah orang tuanya.

Kompetisi Sepakbola U-21 Digelar

Ada Foto
Bupati Landak, Adrianus Asia Sidot saat menyerahkan bola kepada perwakilan wasit sebagai tanda dimulainya kompetisi sepakbola U-21 memperebutkan piala Bupati Landak. FOTO Devi Zulkarnain/Borneo Tribune

Kompetisi Sepakbola U-21 Digelar
Devi Zulkarnain
Borneo Metro, Ngabang

Bupati Kabupaten Landak Adrianus Asia Sidot, Jumat (19/2) membuka secara resmi kompetisi sepakbola U-21 bertempat di lapangan sepakbola Bardanadi Ngabang. Hadir dalam pembukaan, Ketua DPRD Landak Heri Saman beserta anggota DPRD Landak, para Kepala SKPD di lingkungan Pemkab Landak, jajaran Muspida Landak, ketua PSSI Landak Erani dan para undangan. Sebelum pembukaan, digelar terlebih dahulu pertandingan sepakbola exisibisi antara kesebelasan Pemkab Landak versus DPRD Landak. Bupati Landak dan Ketua DPRD Landak juga turut main sebagai kapten kesebelasan. Hasil pertandingan exisibisi ini dimenangkan oleh Pemkab Landak dengan skor 2-1.
Dalam arahannya, Bupati mengatakan bahwa even pertandingan sepakbola ini memag sudah lama tidak digelar di Landak. “Nah, baru kali inilah kita bisa melaksanakan kompetisi sepakbola U-21. Oleh karena itu saya menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada para Camat yang sudah mengirimkan kesebelasannya. Demikian juga dengan para atlit,” ujarnya.
Pada kesempatan itu iapun berharap bahwa selama pertandingan sepakbola, situasi dan kondisi keamanan bisa berlangsung dengan baik. Ia tidak mengharapkan ajang pertandingan sepakbola ini menjadi ajang tinju antar pemain atau antar supporter. “Di sini kita mau mencari bibit pemain yang berbakat dan akan kita bina untuk memperkuat tim sepakbola Landak. Apalagi sekarang ini sudah ada Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (Disporabidpar) Landak yang siap melakukan pembinaan di bidang olahraga lainnya,” katanya.
Dikatakan Bupati, kompetisi sepakbola ini bertujuan untuk mencari bibit-bibit atlit yang akan dipersiapkan mengikuti Porprov pada Juni mendatang. “Saya pun berkeinginan tahun 2014 atau pada Porprov berikutnya kita akan rebut Landak sebagai tuan rumah penyelenggara. Kita sedang membangun stadion olahraga yang diberi nama Gelora Patih Gumantar sebagai tempat sarana olahraga,” tekad Bupati.
Kompetisi sepakbola U-21 ini diikuti 9 kecamatan dari 13 kecamatan se Landak. Kecamatan tersebut yakni Sengah Temila, Menyuke, Meranti, Kuala Behe, Ngabang, Jelimpo, Air Besar, Mandor dan Sompak. Sedangkan 3 Kecamatan lainnya yakni Sebangki, Mempawah Hulu, Menjalin dan Banyuke Hulu tidak mengirimkan utusannya dengan berbagai alasan.

Kejutan Pendatang Baru

Kejutan Pendatang Baru
Oleh: Ubay KPI

Kiprah tim STIE Indonesia putra di turnamen Invitasi Bola Volly Pelajar dan Mahasiswa XI Fakultas Teknik Untan cukup mengejutkan. Pada babak penyisihan dari 4 kali pertandingan, tim ini mampu menang 3 kali. Salah satu tim yang dikalahkannya adalah tim bola volly STKIP A yang merupakan runner up IBV PM X tahun lalu. Dua kemenangan lainnya didapat saat menjamu Fakultas Pertanian dan FKIP Untan A. Sedangkan satu kali kekalahan STIE Indonesia diterima saat berhadapan dengan tim asal Kabupaten Sintang yakni UNKAS Sintang.
Sebagai tim anyar di event IBV PM, STIE Indonesia menjadi tim yang diperhitungkan. Kapten STIE Indonesia tidak menyangka akan menang saat berhadapan dengan tim runner up itu dan mampu mempecundanginya. Dengan kemenangannya saat bertemu STKIP A,. STIE Indonesia semakin optimis timnya mampu lolos dari babak penyisihan group.
“Kami akan berusaha untuk masuk final terlebih dahulu, bila itu sudah tercapai, untuk ke finalnya yang penting kawan-kawan bermain bagus saja,” ungkap Bambang kapten STIE Indonesia.
Selain STKIP A yang menjadi lawan berat bagi STIE Indonesia, masih ada lagi lawan berat seperti STIEP Pontianak, STKIP B dan UNKAS Sintang. Ketiga tim tersebut tim-tim yang difavoritkan juara.
Pada pertandingan terakhir STIE Indonesia berhadapan dengan Fakultas Pertanian yang dilaksanakan kemarin di Gor Pangsuma Pontianak. Pertandingan itu dimenangkan oleh STIE Indonesia dengan skor 3-1. Dari 4 set yang dilakoninya, STIE Indonesia kalah pada set pertama dengan skor 19-25. Kemudian pada set kedua STIE Indonesia membalas kekalahannya dengan skor 25-21. Dan kemenangan STIE Indonesia berlanjut pada set ketiga dan keempat dengan skor 25-21 dan 25-21 sehingga skor akhir 3-1 untuk keunggulan STIE Indonesia.
Dikatakan oleh Bambang, kunci keberhasilan STIE Indonesia pada pertandingan kemarin saat mengalahkan Fakultas Pertanian adalah kekompakan tim dan tidak segan untuk melakukan blok. Karena kalau cuma memanfaatkan pemain yang berkualitas tinggi saja, jelas permainan akan kurang efektif dan menguras tenaga.
STIE Indonesia pada turnamen pertamanya tahun ini diperkuat oleh Bambang, Heru, Herly, Indra, Ikbal, Darma, Victor dan Agung. Dari sederet pemain STIE Indonesia, ada yang pernah bermain di klub namun sekarang sudah tidak aktif lagi. Saat ditanya tentang klub itu, Bambang dan kawannya tak mau menyebutkan nama klub itu, “Nama klubnya tidak usah kami sebutkan, yang jelas ada dari kami yang memang pernah bermain di klub,” kata kawan Bambang.
Pada pertandingan kemarin, pemain STIE Indonesia sempat kecewa karena ada salah satu pemain Fakultas Pertanian keluar lapangan saat pertandingan masih belum selesai. Tidak tahu pasti siapa pemain itu karena saat pertandingan usai pemain itu sudah tidak ada lagi di Gor. Saat wartawan melakukan pengecekan ke panitia dengan melihat berkas tim Fakultas Pertanian pemain tersebut tidak bisa dipastikan karena official tim Fakultas Pertanian tidak mencantumkan nomor punggung pemain. Pemain tersebut keluar dari lapangan tanpa memberi tahu pimpinan pertandingan terlebih dahulu. Dia langsung saja keluar dari lapangan dan membuka baju timnya dengan raut wajah yang kecewa usai melakukan servis meloncat dan gagal pada set ke-4.
Selain itu, ada kejadian yang memukau penonton yakni saat Ikbal pemain STIE Indonesia melakukan smash keras dan mengena muka pemain Fakultas Pertanian. Hal seperti ini terjadi sampai dua kali pada pertandingan tersebut.

Erkatude Menang Tipis atas Fisip * PSPI Vs Bintang Timur Imbang

Erkatude Menang Tipis atas Fisip
* PSPI Vs Bintang Timur Imbang

Oleh: Ubay KPI

Erkatude yang memang berada di satu tingkat di atas Fisip Untan berhasil menang saat melakoni laga kedua Liga U-21 Kota Pontianak. Tapi, sungguh pun menang kelas, namun tim ini hanya mampu menang tipis 1-0 saat melawan Fisip Untan, kemarin.
Sedangkan pada hari yang sama PSPI yang bentrok dengan Bintang Timur berakhir dengan skor kacamata sampai pertandingan babak kedua usai Jum’at (19/2) di lapangan Keboen Sajoek kemarin.
Gagak Hitam julukan Erkatude yang merupakan tim sarat pengalaman, pada pertandingan kemarin menampilkan permainan yang spektakuler percis seperti permainan si gocekan gaek pelatihnya Sugiarto. Sejak babak pertama pasukan Gagak Hitam menampilkan permainan yang begitu rapi dengan sodoran-sodoran bola sekali sentuh dari kaki ke kaki, serta kekompakan tim yang amat menawan.
Seringkali irama permainan besutan Sugiarto menembus pagar betis yang dibuat oleh Fisip Untan. Namun sayang, serangan bertubi-tubi yang dilancarkan pemain Erkatude sering kali tak dapat memperdayai kepiawaian penjaga gawang Fisip Untan yang dijaga oleh Beni Irawan. Bola-bola keras yang mengarah ke gawang Beni selalu dapat dikuasai dan dipatahkan oleh Beni. Sebaliknya, pemain Fisip pada babak pertama mengalami kesulitan untuk menembus batas pertahanan Erkatude karena pagar betis yang begitu rapat. Serangan Fisip seringkali hanya sampai pada luar kotak pinalti.
Pada babak pertama, pasukan Gagak Hitam baru dapat memecah kebuntuan setelah Malik pemain depan Erkatude mampu mengoyak gawang Beni Irawan sehingga babak pertama berakhir dengan skor 1-0.
Memasuki paruh kedua, lapangan yang licin karena sempat diguyur hujan bukanlah suatu rintangan bagi pasukan Erkatude untuk terus melakukan serangan. Tercatat, sepanjang babak kedua pemain Erkatude melesakkan sebanyak 12 kali tendangan mengarah ke gawang Fisip, namun tak satu pun mampu mencetak gol untuk ke dua kalinya.
Sedangkan Fisip, selama babak kedua tercatat hanya ada 4 kali tendangan mengarah ke gawang Erkatude dan belum mampu menyamakan kedudukan sehingga pertandingan harus berakhir dengan skor 1-0 untuk kemenangan si Gagak Hitam (Erkatude).
Pertandingan antara PSPI kontra Bintang Timur yang juga bertanding kemarin sebelum pertandingan Erkatude Vs Fisip berakhir imbang tanpa gol sehingga kedua tim harus berbagi 1 poin.

Fisip di Klasemen Bawah

Fisip di Klasemen Bawah

Oleh: Ubay KPI

Kalah dari Erkatude 0 -1 pada pertandingan Liga U-21 Jumat (19/2) kemarin, Fisip harus rela berada di posisi bawah klasemen sementara liga.
Fisip Untan dari dua kali melakoni pertandingan belum pernah satu kali pun meraih kemenangan. Sehingga sampai pada pertandingan kedua masih belum mendapat satu poin pun. Fisip kini berada di posisi 13 satu tingkat berada di atas D2 yang juga belum mendapatkan poin. Fisip lebih satu tingkat dari D2 karena Fisip kebobolan lebih sedikit dari D2. Fisip kebobolan 2 gol, sedangkan D2 kebobolan 8 gol.
Posisi ini tidak membuat pelatih Fisip, Syarif Amran, berkecil hati, dua kekalahan yang didapat oleh Fisip semua dikalahkan oleh tim kuat yakni Porti dan Erkatude. Sebagai tim yang baru terbentuk dan hanya menjalani latihan sekitar 5 kali menjelang liga U-21 Syarif Amran merasa puas dengan penampilan anak asuhnya yang sudah bekerja keras untuk meraih kemenangan. “Sebagai tim anyar dan tidak diperkuat oleh pemain bintang saya rasa ini prestasi yang membanggakan, terutama anak-anak bermain dengan penuh sportivitas dan menjunjung tinggi aturan yang telah ditetapkan,” katanya.
Ke depannya, Syarif Amran yang juga merupakan guru olahraga SMPN 18 Pontianak akan berusaha untuk meraih poin penuh dan meraup kemenangan meskipun itu sangat tidak mudah. “Saya yakin kalau anak mau berusaha dan bersungguh dalam latihan dan bermain mereka dapat mewujudkan itu, selama ini kami terus mengevaluasi kekurangan dan kelemahan tim untuk diperbaiki dan ditindaklanjuti kesalahannya,” ungkapnya.
Saat ditanya dengan hasil kekalahan atas Erkatude, Syarif Amran mengakui kualitas pemain Erkatude memang di atas Fisip Untan, ia melihat permainanan Erkatude sesuai dengan pemain dan pengalamannya.
“Saya salut dengan permainan dari kaki ke kaki yang dimainkan oleh pemain Erkatude, dengan sentuhan sekali bola, ia mampu memancing lawan untuk terus bergerak mengikuti permainannya,” akunya kepada wartawan Koran ini saat ditemui kemarin usai pertandingan di lapangan Keboen Sajoek.
Ia mengakui pula Fisip kalah pada strategi yang Erkatude mainkan.

Tetangga Kritis Ditikam

KORBAN
Yusman terbaring kritis akibat ditusuk pisau tetangganya sendiri. FOTO: Widi Aryadi/Borneo Metro

Tetangga Kritis Ditikam

Widi A/A Mundzirin
Borneo Metro, Pontianak
Memberikan jalan kepada pihak PDAM yang hendak membawa mesin genset ke daerah proyek di belakang rumahnya, Yusman (40) warga Dusun Pematang Rambai Desa Kuala Mandor ditikam tetangganya sendiri, MS beserta dua saudaranya.
Kejadian berdarah tersebut berlangsung di belakang rumah Yusman, Kamis (19/2) sekitar pukul 17.30 WIB. Warga bersama keluarga melarikan korban yang menderita luka tusuk di perut kiri hingga menyentuh ginjal dan luka robek di tangan kiri, ke RSUD Dr Soedarso setelah Magrib. Yusman yang sempat koma, ini harus menjalani operasi malam itu juga.
Istri korban Samadeh (30) menceritakan awal mula kejadian tersebut, Kamis (18/2) sekitar pukul 16.00, Yusman berusaha memberi jalan bagi pekerja proyek PDAM yang sedang membawa mesin genset melewati jalan yang baru selesai dibangun di belakang rumahnya.
Tiba-tiba datanglah tetangganya, To melarang pekerja tersebut untuk melewati jalan yang baru selesai dibangun itu.
Yusman yang kebetulan berada di luar rumah langsung mengatakan kepada pekerja tersebut untuk terus saja melewati jalan tersebut karena jalan umum. “Yusman saat itu sedang berada dil uar rumah dan lewatlah pekerja PDAM membawa mesin genset menggunakan mobil. Tak berapa lama To mendekati pekerja tersebut dan melarangnya lewat. Yusman menyuruh pekerja tersebut untuk melewati jalan tersebut,” ungkap Samadeh.
Setelah berbicara panjang lebar dan terjadi percekcokan antara Yusman dan To, datanglah adik istri korban Sutari beserta tokoh masyarakat melerai keduanya.
Usai terjadi percekcokkan, keduanya pulang ke rumah masing-masing. Yusman langsung masuk ke rumah dan melaksanakan salat ashar sekitar pukul 16.30. Ia kemudian keluar pukul 17.00 untuk membersihkan halaman rumahnya di bagian belakang.
Saat itulah, To datang bersama MS dan YS. Tanpa banyak bicara To memukul Yusman bersama MS dan sempat terjadi perlawanan. MS saat kejadian sudah membawa pisau dapur dari rumahnya langsung menghunuskan ke perut kanan korban.
Saat MS hendak menghunuskan kembali pisaunya, korban sempat menangkis dengan tangan kirinya sehinga luka robek.
“Saat terjadi perkelahian antara keduanya, MS sudah bawa pisau dari rumah langsung menghunuskan pisaunya ke perut korban hingga korban mengalami luka tusuka yang cukup dalam diperutnya,” ungkap Samadeh
Setelah terjadi perkelahian korban pun langsung melarikan diri ke sawah di belakang rumahnya sekitar 100 meter dari rumah korban. Ketiga tersangka tetap mengikuti korban untuk berusaha menghajarnya kembali. Kebetulan ada warga yang melihat kejadian tersebut dan berusaha menolong korban dari amukan ketiganya.
Korban langsung dibawa pulang kerumahnya oleh warga tersebut sementara ketiga pelaku pulang ke rumahnya. Korban pun langsung di bawa ke RSUD Dr Soedarso oleh keluarganya untuk mendapatkan perawatan akibat luka tusukan yang dialaminya.
Akibat kejadian tersebut korban mengalami luka tusukan yang cukup dalam dan luka robek di telapak tangan kiri karena menangkis hunusan pisau YS.
Korban pun masih kritis dan masih mendapatakan perawatan yang lebih intensif dan korban pun rawat di Ruang ICU RSUD Dr Soedarso untuk mendapatkan perawatan intensif.
Kapolsek Kuala Mandor AKP Tedjo Sasono saat mendapatkan laporan langsung turun bersama anggotanya ke ketempat kejadian perkara dan kemudian mengamankan To dan saksi – saksi yang mengetahui kejadian tersebut. Semantara Yusman langsung dilarikan ke Rumah Sakit Dokter Soedarso untuk mendapatkan perawatan.
To langsung digiring ke Mapoltabes Pontianak untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya dan menjalani pemeriksaan atas penusukan yang dilakukannya terhadap Yusman. Sementara kasus penusukan ini tetap ditangani penyidik Polsek Kuala Mandor sedangkan penahannya dititipkan di Poltabes Pontianak.
Kapoltabes Pontianak Kombes Moh Asep Syahrudin ketika ditemui diruang kerjanya membenarkan kalau Polsek Kuala Mandor telah menitipkan tahanan tersangka kasus penusukan A, dan tersangka harus mempertanggung jawabkan atas segala perbuatannya yang sekarang sedang menjalani pemeriksaan secara insentif.

STMIK Menang Susah Payah

STMIK Menang Susah Payah
Oleh: Ubay KPI

Tim bola volly STMIK Pontianak putra menang dengan susah payah saat melakukan pertandingan terakhir babak penyisihan group turnamen IBV PM XI menghadapi tim volly Akper Ketapang Kamis (18/2) kemarin di Gor Pangsuma Pontianak.
Meski menang 3 set langsung, STMIK memenangi pertandingan dengan kerja keras. Sepanjang pertandingan kedua tim terus melakukan saling balas dengan smash keras untuk memperoleh poin, pukulan tipuan sering kali terbaca oleh pemain lawan.
STMIK yang diunggulkan sejak set pertama langsung menyerang dengan pukulan-pukulan keras untuk meraih poin. Pada set pertama Akper Ketapang hanya selisih 5 poin dengan STMIK, itupun terjadi karena kesalahan pada awal set pertama. Akper ketinggalan 5 angka disebabkan karena masih adaptasi dengan lapangan. Setelah ketinggalan 5 angka Akper yang juga punya pengalaman karena sering meraih juara di tingkat Akper, baik se-Kalbar atau Kabupaten, terus menerus memanfaatkan peluang sehingga kedua tim sama-sama silih berganti untuk meraih poin. Tak disangka, ketertinggalan 5 angka itu hingga berakhir sampai set pertama usai. Set pertama berakhir dengan 25-20 untuk kemenangan STMIK.
Di set kedua, STMIK lebih keras lagi untuk menang. Perlawanan Akper Ketapang semakin menyusahkan STMIK untuk meraih poin. Spike keras menjadi jalan terakhir kedua tim untuk menambah angka. Akper sejak awal set kedua selalu menempel ketat perolehan angka STMIK, bahkan Akper sempat memimpin angka pada kedudukan 18-15. Namun setelah kedudukan itu Akper sempat 4 kali melakukan kesalahan sendiri. Pertama Akper salah posisi pemain, gagal menyeberangkan smash dan dua kali mengembalikan bola lemah dari STMIK. Dan kemudian STMIK melakukan 2 kali smash keras sehingga STMIK membalikkan keadaan dengan unggul 18-21. Menyadari kesalahannya, pemain Akper kembali menguasai pertandingan dan sempat match poin terlebih dahulu dengan skor 24-21.
Meski telah macth poin, STMIK tak menurunkan tempo permainannya, alhasil STMIK mampu menyamakan kedudukan sehingga memaksa duice. Duice terjadi sampai terjadi 4 kali, pada angka 24, 25, 26 dan 27. Akper mampu unggul terlebih dahulu selama 4 kali duice, namun di duice terakhir Akper harus mengakui ketangguhan STMIK karena mampu unggul 2 angka lebih dulu lewat smash keras dan kesalahan pemain Akper yang melakukan smash jatuh di luar lapangan, sehingga set kedua kembali dimenangi STMIK dengan angka 29-27. Skor 2-0.
Di set ketiga, Akper masih cukup tangguh bagi STMIK untuk dikelabuhi dengan mudah. Terjadi kejar mengejar angka sampai pada angka 18-17 (18 Akper), yang kemudian STMIK berhasil meraih 5 angka berturut-turut melalui 2 kali smash keras, 1 kali blok dan tipuan serta spike pemain Akper gagal, dengan 5 angka berturut-turut itu STMIK unggul 22-18. Akper berusaha mengejar namun hanya mampu menambah 3 angka yang kemudian pemain STMIK berhasil menyelasaikan set ketiga dengan skor 25-21 dan STMIK menang atas Akper dengan skor 3-0.
Waldi Hariadi official tim volly STMIK mengakui sangat puas dengan kemenangan yang baru ditorehkan oleh pemainnya. Namun ia juga mengakui perlawanan Akper sangat bagus sehingga memaksa pemain STMIK terus menerus harus melakukan spike untuk meraih poin.
“Kalau spike kedua tim imbang, hanya saja Akper sedikit ada celah di blok, di situlah kesempatan kami meraih poin,” ungkapnya usai pertandingan kemarin.
Dengan kemenangan 3 kali dan berpeluang menjadi runner up group B bersama STKIP B, Akper Dharma Insan dan Fakultas Teknik Untan, Waldi menargetkan timnya yang diperkuat oleh Agus, Ismail, Kadafi, Suryadi, Agus Apandi, Wendi, Hendra dan Isra mampu masuk ke delapan besar pada turnamen IBV PM tahun ini.

Liga U-21 Laga Jumbo Vs Khatulistiwa Ditunda

Liga U-21
Laga Jumbo Vs Khatulistiwa Ditunda
Oleh: Ubay KPI

Akibat diguyur hujan pada sore hari kemarin (Kamis, 18/2), lapangan Keboen Sajoek tergenang air. Genangan air menyebabkan laga lanjutan Liga U-21 Kota Pontianak antara Jumbo versus Khatulistiwa ditunda.
Sebenarnya, pertandingan antara Jumbo berhadapan dengan Khatulistiwa sempat digelar di bawah gerimis. Namun, berjalan beberapa menit, tiba-tiba hujan deras mengguyur. Permainan masih coba dilanjutkan.
Tetapi, semakin lama genangan air semakin banyak. Gerakan bola menjadi terhambat. Akhirnya, wasit menghentikan pertandingan.
H. Nanang Setia Budi selaku ketua pelaksana menjelaskan sesuatu yang menyangkut pertandingan dalam lapangan segalanya berada di tangan wasit selaku hakim dalam pertandingan. Wasit boleh saja memutuskan untuk melanjutkan atau menghentikan pertandingan bila terjadi sesuatu dalam lapangan seperti yang terjadi kemarin saat Khatulistiwa kontra Jumbo.
“Keputusan wasit menghentikan pertandingan tidak salah, karena itu sudah ada dalam aturan pertandingan yang sudah disusun,” kata Nanang Setia Budi saat dihubungi.
Menurutnya, pertandingan dihentikan oleh wasit kemarin karena untuk menjaga lapangan supaya tidak cepat rusak, juga agar tidak terjadi permainan yang tidak sportif ketika lapang licin.
Ia menambahkan, “Partai tunda tersebut boleh dilaksanakan di lain waktu selama itu tidak mengganggu pertandingan lainnya”.
Direncanakan partai tunda antara Jumbo Vs Khatulistiwa akan dilaksanakan pada hari Selasa (23/2) Februari di lapangan Keboen Sajoek Pontianak.
Pada pertandingan sebelumnya hari yang sama partai pertama saling berhadapan antara D2 Vs Wana Putra berhasil dimenangkan oleh Wana Putra dengan skor 3-1.
Sore hari ini akan saling berhadapan antara PSPI Vs Bintang Timur pada partai pertama dan Erkatude berhadapan dengan Fisip Untan pada partai kedua.

SMAN 7 Pontianak Putra Kalahkan Muhammadiyah 2

SMAN 7 Vs Muhammadiyah 2
Set I 25-12
Set II 25-11
Set III 25-18


SMAN 7 Pontianak Putra Kalahkan Muhammadiyah 2


Oleh: Ubay KPI

Tim bola volly putra Semunju julukan SMAN 7 Pontianak yang asuh oleh Iwan dan Yacobus berhasil menang dengan mudah saat menghadapi SMA Muhammadiyah 2 Pontianak pada pertandingan babak penyisihan IBV PM Teknik Untan Kamis (18/2) kemarin di Gor Pangsuma Pontianak.
Pasukan Semunju yang diperkuat oleh Hendi Angga, Arif Alfiansyah, M. Isnanto, Dedi Gunawan, Rezza Setia dan Syamsul Arifin berhasil menang dengan tiga set langsung.
Set pertama SMAN 7 Pontianak menang skor 25-12, separuh angka SMA Muhammadiyah tertinggal. Pada set kedua permainan cantik yang diperlihatkan pemain SMAN 7 tak mampu diimbangin pemain SMA Muhammadiyah 2 yang diasuh oleh M. Suwandi. SMAN 7 unggul 25-11.
Set ketiga kembali dimenangkan SMAN 7 dengan angka 25-18.
Pada pertandingan tingkat pelajar lainnya kemarin, SMAN 5 Pontianak dikalahkan 1-3 oleh SMAN 9. Skor 26-24, 21-25, 20-25 dan 17-25.
Kekalahan juga diderita oleh SMA YPK saat berhadapan dengan SMAN 1 Siantan, SMA YPK kalah dalam tiga set langsung dengan skor 18-25, 15-25 dan 18-25. SMK Mandiri bernasib sama dengan SMA YPK dan SMAN 5 Pontianak. SMK Mandiri tak mampu mengungguli permainan SMA Bhayangkari sehingga harus kalah tiga set langsung juga dengan skor 17-25, 12-25 dan 17-25.
SMAN 1 Sungai Ambawang berhasil menang atas MAS Al-Anwar dengan skor 3-0 (25-13, 25-19 dan 25-22). Begitu pula dengan MAN 2 Pontianak yang mengandaskan perlawanan SMA Taruna dalam permainan 3 set. MAN 2 Pontianak menang dengan skor 25-11, 25-15 dan 25-21. Pertandingan seru terjadi pada partai antara SMTI Vs SMAN 1 Sungai Raya. Keduanya bermain sampai dengan 5 set dan akhirnya kemenangan berpihak pada SMAN 1 Sungai Raya. SMAN Sungai Raya berhasil menang 3-2 dengan skor 25-13, 22-25, 21-25, 25-8 dan 25-4.

IP Untan Tundukkan MIPA Untan

IP Untan Tundukkan MIPA Untan
Oleh: Ubay KPI

Tim bola volly putra Ilmu Pemerintahan (IP) Fisip Untan berhasil mengalahkan tim volly MIPA Untan saat melakoni pertandingan pada babak penyisihan IBV PM Fakultas tekhnik Kamis (18/2) kemarin.
IP Untan menyudahi pertandingan kemarin dengan skor 3-0. Dua set kemenagan diraih dengan mudah oleh pemain IP Untan yakni dengan 25-13 pada set pertama dan kedua. Sedangkan pada set ketiga, IP Untan yang diperkuat oleh Ando, Eko, Soca’, Wandi, Dedy, polo, Wendi, Herfrien dan Nurul mengalami sedikit perlawanan dari MIPA Untan sehingga skor berakhir dengan 25-22 pada set ketiga.
Dengan kemenangan ini, pelatih IP Untan Alex mengatakan meskipun IP Untan baru terbentuk sekitar satu bulan yang lalu, ia melihat pemain IP Untan lebih unggul satu tingkat saja dari pemain MIPA Untan.
Menurut Alex, sebagai tim yang baru terbentuk timnya sudah lumayan baik dalam penampilannya selama IBV PM Teknik Untan berlangsung. Namun ia tidak memungkiri bahwa pemain masih perlu dibina kembali untuk lebih baik ke depannya dengan latihan yang kontinyu, baik fisik pemain atau tekniknya.
Pelatih IP Untan Alex yang juga sebagai mantan pemain klub ternama tahun 80-an yakni Vini Vidi Vici mengharapkan IP Untan menjadi klub yang dapat mengukir prestasi seperti klubnya dulu yang pernah jaya saat bersamanya.
Saat ditanyai tentang pertandingan selanjutnya menghadapi Polnep, Alex mengungkapkan rasa pesimis, karena ia melihat selain sebagai tim lama, Polnep secara tim sangat kompak dan juga diperkuat oleh pemain klub luar. Dengan kombinasi itu, menurutnya Polnep secara materi unggul di atas IP Untan dan untuk dapat mengalahkannya amat berat dan perlu perjuangan yang lebih dari pertandingan hari ini.
“Pemain IP Untan secara keseluruhan tidak ada yang pemain klub, dan mereka semua masih baru bergabung. Jadi, kami mungkin hanya bisa merapatkan pertahanan terutama di blok,” ungkapnya.
“Untuk pertandingan melawan Polnep, mungkin saya hanya bisa meng-intuksikan untuk dapat membaca kelemahan lawan,” tambahnya.
Sebagai tim baru, Alex tidak mengharapkan permainan anak asuhnya secara instant atau langsung jadi, “Butuh proses untuk mendidik menjadi pemain bagus, tidak mudah menjadikan pemain yang berbakat, butuh waktu dan terus menerus,” ungkapnya.

Wasit IBV PM XI Teknik Untan Junaidi: Tak Ada Masalah

Wasit IBV PM XI Teknik Untan
Junaidi: Tak Ada Masalah

Oleh: Ubay KPI

Kemarin, hari ke empat pelaksanaan IBV PM XI Teknik Untan. Sehari rata-rata mempertandingkan 22 partai putra dan putri. Pertandingan berjalan lancer karena 25 wasit yang memimpin jalannya semua pertandingan, menjalankan kepemimpinan pertandingan dengan baik.
Junaidi salah satu yang memimpin IBV PM XI mengaku bersyukur dengan kelancaran ini,. Sejauh ini masih belum ada masalah dan masih mampu melaksanakan tugas yang diembankan kepadanya. “Alhamdulillah tidak ada masalah, dan ini memang tugas kami jadi saya jalani dengan biasa saja,” kata Junaidi.
Junaidi yang menjadi wasit sejak tahun 1991 ini tidak mengalami penurunan stamina selama memimpin pertandingan sampai hari kemarin. Selain sebagai tugas dan sudah terbiasa, menurutnya ia memimpin pertandingan tidak terus menerus karena semua pertandingan dijadwal terlebih dahulu. “Saya kan tidak terus menerus memimpin, paling dalam satu hari saya memimpin pertandingan sebanyak 3 tiga kali karena kami terdiri dari 25 wasit,” katanya.
Selain sebagai wasit, Junaidi yang merangkap sebagai SRC perwasitan dalam turnamen ini ia juga bertugas menyusun dan menjadwal para anggotanya yang akan memimpin pertandingan. “Biasanya ada partai yang berhadapan tim yang sama-sama kuat, jadi untuk pertandingan itu, saya tunjuk wasit yang sudah senior dan tegas. Karena khawatir terjadi yang tidak diinginkan,” jelasnya.
Selain sebagai tugas dan kebiasaannya, ia merasa tidak ada kendala untuk fisik. Apalagi, panitia melayani dengan baik terutama dalam hal makanan. Panitia menyediakan makanan sangat sesuai dengan gizi, begitu pula dengan minuman serta snacknya.
“Alhamdulillah masih sehat wal ‘afiat dan konsumsi yang disediakan oleh panitia sangat cocok untuk ketahanan jasmani,” tuturnya kepada wartawan Koran ini kemarin sat ditemui di sela-sela waktu istirahatnya.

Juara Bertahan Tampil Gemilang STIE Pontianak Vs MIPA Untan

Juara Bertahan Tampil Gemilang

STIE Pontianak Vs MIPA Untan
Set I 25-10
Set II 25-15
Set III 25-15

Oleh: Ubay KPI

Tim bola volly Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Pontianak sang juara Invitasi Bola Volly Pelajar dan Mahasiswa X (IBV PM) tingkat mahasiswa tampil gemilang saat bertanding pada babak penyisihan IBV PM XI menghadapi Fakultas MIPA Untan Rabu (17/2) kemarin di Gor Pangsuma Pontianak.
Tim STIE Pontianak menampilkan permainan mental juaranya sehingga mampu mengalahkan Fakultas MIPA Untan dengan 3 set langsung dengan skor 25-10, 25-15 dan 25-15.
Dalam tim volly STIE Pontianak kemarin, pemainnya masih sama dengan pemain yang mengantarkan tim ini menjadi juara; seperti Rio, Agus, Si Is, Wai Jery, Ye’ dan Nginkan. Meski tampil dengan kekuatan penuh dan tak ada peremajaan pemain.
Rio kapten tim STIE Pontianak saat dikonfirmasi usai pertandingan kemarin setelah mengalahkan Fakultas MIPA Untan mengatakan bahwa STIE Pontianak pada turnamen kali tidak menargetkan juara, Rio hanya menargetkan masuk semifinal terlebih dahulu dan selanjutnya kembali kepada pemain.
“Kami tidak menargetkan juara, karena kualitas dan materi pemain dan tim lain sudah banyak yang bagus dan ada peningkatan, juga ada tim lain yang sudah diperkuat oleh pemain Pengda yang pernah mewakili Kalbar di tingkat nasional,” ungkapnya.
Saat ditanya siapa pemain Kalbar yang ikut memperkuat tim dan bermain di IBV PM tahun, ia tidak menyebutkan namanya dan tim mana. “Nama dan timnya tidak usah kami sebut aja, pokoknya ada,” ungkapnya.
Dimintai komentarnya dengan hasil pertandingan mengalahkan Fakultas MIPA Untan, Rio menjelaskan bahwa kualitas pemain Fakultas MIPA sebenarnya sudah bagus, hanya saja mungkin Fakultas MIPA masih perlu mempertajam serangan dan pertahanannya. “Sekuat apapun kemampuan kita, kita tidak boleh menganggap remeh lawan karena bisa saja dengan menganggap remeh kita bermain tidak tenang dan tidak bermain maksimal. Soalnya bola tetap bulat,” jelasnya.
Ia juga melihat, STIE Pontianak mampu unggul pada pertandingan karena ia lebih kompak sedangkan dalam tubuh Fakultas MIPA ia melihat kekompakan tim sangat minim dan sering kali kurang komunikasi antar pemain sehingga sering melakukan kesalahan sendiri dan gagal dalam mengantisipasi peluang.
Pada pertandingan kemarin, sejak set pertama STIE Pontianak bermain sangat bagus dengan serangan spike yang kuat, pukulan spike STIE Pontianak jarang sekali dapat dikembalikan oleh pemain Fakultas MIPA, bahkan bila dilihat dari perolehan angka, Fakultas MIPA Mendapatkan poin kadang karena kesalahan pemain STIE dan smash yang gagal. Jarang sekali pemain Fakultas MIPA mendapatkan poin karena dari spike dan blok.
Sepanjang 3 set, STIE Pontianak berhasil menang dengan mudah. Sehingga pada set pertama STIE mampu unggul dengan skor 25-10 dan pada set kedua perolehan Fakultas MIPA lebih banyak dari set pertama dengan skor 25-15. Begitu pula dengan set ketiga, STIE menang dengan skor 25-15, namun pada akhir set ketiga STIE menurunkan pemain cadangan yang justru membuang angka.

MAN 7 Putri Menang Mudah Kalahkan SMAN 1 Terentang 3-0

SMAN 7 Putri Menang Mudah
Kalahkan SMAN 1 Terentang 3-0
Oleh: Ubay KPI

Tim bola volly SMAN 7 Pontianak putri berhasil menang mudah tim bola volly SMAN 1 Terentang Kubu Raya dengan skor 3-0 pada pertandingan ketiga babak penyisihan pool B Rabu (17/2) kemarin di Gor Pangsuma Pontianak.
Tim bola volly SMAN 7 Pontianak yang dilatih oleh Kurniawan, SH diperkuat oleh pemain intinya saat menghadapi tim SMAN 1 Terentang. Pemain inti itu adalah: Intan, Hezty, Ema, Ririn, Adit, Arum dan Syarifah.
Ririn cs mampu memenangi pertandingan dengan tiga set langsung, sejak set pertama Ririn cs sudah tampak akan memenangi kontra tersebut, karena sejak set pertama hingga set kedua skor yang diperoleh SMAN 7 Pontianak selalu meninggalkan perolehan poin yang dikoleksi oleh tim SMAN 1 Terentang. Perbedaannya yang sangat jauh, sampai dengan tujuh angka.
Set pertama berakhir dengan skor 25-12, sedangkan pada set kedua sedikit ada peningkatan perolehan poin dari SMAN 1 Terentang namun tetap kalah yakni 25-17. Dan pada set terakhir SMAN 7 Pontianak putri menang dengan skor 25-13, 1 angka lebih baik perolehan SMAN 1 Terentang dari perolehan poin pada set pertama.
Tim anyar SMAN 1 Terentang yang diperkuat oleh Salmidah, Tisha, Lasmini, Kuswati, Nur Aini, Widuri, Dahlia, Juniarti dan Veni Maryani jarang sekali melakukan pukulan-pukulan keras yang mematikan, sebaliknya Ririn dkk sering melepas spike keras dan tipuan yang sering kali mendapatkan poin.
“Sebagai tim baru mereka sudah bermain bagus, dan sebagai pemain baru mereka perlu motivasi yang lebih untuk lebih giat dalam menekuni permainan volley,” aku Kurniawan SH.
Saat ini SMAN 7 Pontianak putri telah memenangi 3 dari 3 kali pertandingan babak penyisihan pool B dan mengoleksi 9 poin. Tiga kali kemenangan SMAN 7 Putri diraihnya dengan mengalahkan SMKN 1 Pontianak, SMA Abdi Wacana dan terakhir kemarin SMAN 1 Terentang. Dengan demikian SMAN 7 Pontianak hanya menyisakan satu kali pertandingan lagi di babak penyisihan pool B dan akan berhadapan dengan rival beratnya SMAN 8 Pontianak sang juara IBV PM X tahun lalu.
Dengan hasil tiga kemenangan, Kurniawan mengharap kepada pemainnya untuk bermain bagus saat menghadapi SMAN 8 Pontianak nanti karena kontra tersebut pasti akan menguras stamina dan akan saling adu kekuatan serta taktik.
“Untuk pertandingan nanti akan kami sarankan kepada anak-anak untuk bermain lepas, dan jangan sampai terbebani dengan tahun lalu karena pernah dikalahkan oleh SMAN 8 Pontianak,” harap Kurniawan.
“Anak-anak nanti akan kami motivasi untuk tampil pede dan ada salah menyalahi sesama pemain, supaya mereka lebih kompak dalam tim,” tambahnya.

Jelang Kontra Fisip Erkatude Siapkan Teknik

Jelang Kontra Fisip
Erkatude Siapkan Teknik

Oleh: Ubay KPI

Menjelang kontra Fisip Untan, Jumat (19/2), Erkatude mempersiapkan teknik khusus pertandingan. Tim berjuluk Gagak Hitam ingin meraih poin penuh dari pertandingan ini.
Persiapan teknik dilakukan karena Erkatude tidak menganggap remeh lawannya. Meskipun di atas kertas, mereka diprediksikan menang. Erkatude sudah mengantongi poin 3 hasil kemenangan yang diperoleh saat menghadapi Bintang Timur, sedangkan Fisip belum ada poin sama sekali. Sedangkan Fisip pada laga pertama kalah 0-2 saat melawan Porti.
Namun meski diprediksi menang, pelatih Erkatude, Sugiarto tetap akan bermain maksimal dan akan menurunkan pemain intinya saat menjamu Fisip nanti. Ia tetap saja percaya dan yakin kalau bola itu bulat dan berputar.
“Pada intinya semua lawan yang saya hadapi adalah tim kuat, dan saya tidak pernh menganggap remeh lawan siapa pun, meskipun itu lawan itu pernah kalah atau dikalahkan,” tegasnya saat ditemui di kantornya.
Untuk menjamu Fisip, Sugiarto mengatakan, 2 hari sebelum bertanding sudah mempersiapkan teknik untuk melawan Fisip serta sudah menyusun kerangka yang akan dimainkan.
Pelatih Gagak Hitam julukan Erkatude pada pertandingan melawan Fisip akan menurunkan pemainnya untuk center bek akan memasang pasangan Hendri, Budi dan Tri Wahyu. Sedangkan di lapangan tengah dan sayap sebagai starter serangan akan dipasang Fikri, Hardadi, Fandi dan Agus. Dan gelandang tunggal dipastikan diisi pemain andalan SMAN 8 Pontianak yakni Syahril.
“Formasi 3-5-2 akan kami coba untuk menyerang pertahanan Fisip dan mencetak gol,” kata Sugiarto.
Gagak Hitam pada pertandingan leg kedua harus dapat 3 poin dan memenangi pertandingan kalau mau berada di atas klasemen.

Anggar Kubu Raya Harapkan Tiga Medali

Anggar Kubu Raya Harapkan Tiga Medali
Oleh: Ubay KPI

Pengcab Ikasi Kubu Raya tidak menargetkan telalu muluk-muluk untuk perolehan medali pada Porprov mendatang. Ikasi Kubu Raya hanya berharap 3 medali baik itu medali emas, perak atau perunggu. Hal itu dikarenakan terbentuknya kepengurusan Ikasi Kubu Raya masih baru dan para atlet juga terbilang baru.
Pelatih sekaligus Sekretaris Umum Ikasi Kubu Raya bapak Hamzah Haz, ia mengharapkan tiga medali karena Hamzah Haz melihat ada tiga pemain yang sudah memiliki talenta dalam bertanding dan ketiga atlet tersebut ada yang juga pernah meraih medali emas pada Kejurda tahun lalu.
Saat ini, Ikasi Kubu Raya telah mempersiapkan 15 atletnya untuk mewakili Kubu Raya di Porprov Juli nanti, namun ke-15 atlet yang dididiknya akan diseleksi kembali karena untuk Porprov, Pengcab Kubu Raya hanya mendapat jatah tujuh atlet. “Kami telah mempersiapkan 15 atlet untuk diseleksi sebelum menjadi wakil Kubu Raya di Porprov nanti,” katanya.
Namun menurutnya, Ia sudah mempunyai gambaran untuk tiga atlet yang akan mewakili Kubu Raya, ada kemungkinan 3 atlet dari 15 atlet yang berlatih menjadi atlet Kubu Raya di cabang anggar. Dilihat dari prestasi dan kematangan dalam bertandingan ketiga orang ini sepertinya akan lolos dari seleksi, ketiga orang tersebut seperti Firdina Asri Aulia atlet untuk kelas Ploret putri yang meraih medali emas di Kejurda tahun 2009 di Sintang, Mashita untuk kelas Digen putri dan Suzi Jaya untuk kelas Sabe putra.
“Ada 3 orang yang mungkin dipastikan mewakili Kubu Raya, mereka bertiga kami melihat dari prestasi dan kematangannya lebih dominant dari atlet lainnya,” ungkapnya saat ditemui di tempat latihannya di LP Anak Jalan Adisucipto beberapa waktu lalu.
“Namun mereka tetap harus mengikuti seleksi pemain, meskipun kami lihat mereka lebih pandai,” tambahnya.
Ikasi Kubu Raya dalam mendidik atletnya dilakukan latihan selama tiga hari dalam satu minggu yakni Selasa, Kamis dan Sabtu yang bertempat di aula LP Anak Jalan Adisucipto yang dilatih oleh Robert.
Dalam latihan, untuk sementara atlet Kubu Raya masih menggunakan alat-alat milik Pengda Ikasi Kalbar dikarenakan Kubu Raya masih belum memiliki alat sendiri,
“Kami sudah mengajukan kepada Bupati untuk perlengkapan alat latihan, mudah-mudahan dalam waktu dekat dapat direalisasikan,” harap Hamzah Haz.
Hamzah menambahkan, untuk ke depan Ikasi Kubu Raya akan melakukan eksibisi ke sekolah-sekolah untuk mencari bibit Anggar yang handal.

Juara IBV PM 8 Masih Tangguh SMAN 1 Mempawah -SMA Santo Paulus

Set
Set I 19 - 25
Set II 25 - 14
Set III 25 - 16
Set IV 25 - 21

Juara IBV PM 8 Masih Tangguh
SMAN 1 Mempawah -SMA Santo Paulus
Oleh: Ubay KPI

Mantan juara IBV PM 7 dan 8 SMAN 1 Mempawah masih tangguh. Pada pertandingan perdananya saat meladeni pemain SMA Santo Paulus, Senin (15/2) kemarin, SMAN 1 Mempawah menang dengan permainan 4 set.
SMAN 1 Mempawah sempat kehilangan set pertama, kalah 19-25. Pada set kedua SMAN 1 Mempawah menang dengan skor 25-14, dan pada set ketiga kembali unggul dengan skor 25-16. Set keempat SMAN 1 Mempawah menang 25-21.
Pelatih SMAN 1 Mempawah Julianto saat ditemui mengatakan bahwa dari awal target mereka untuk pertandingan kemarin adalah menang meskipun pada kenyataannya saat set pertama mengalami kekalahan.
Menurut Julianto kekalahan pada set pertama disebabkan karena posisi pemain masih tidak stabil baik mental dan lapangan. “Karena posisi pemain kami masih demam panggung,” katanya.
Dilihat dari fisik, tinggi antara pemain SMAN 1 Mempawah dan SMA Santo Paulus kurang lebih sama. Tidak ada pemain yang jangkung. Hanya saja pemain SMAN 1 Mempawah lebih banyak bermain dengan tipuan dan taktik. Sesekali mereka melepaskan smash kuat.
“Lawan sering salah dalam penempatan bola dan memaksakan karakternya, sedangkan karakter mereka kurang lebih dengan pemain SMAN 1 Mempawah. Jadi tidak mamapu disesuaikan,” ungkapnya.
Ia menambahkan, “Dengan karakter yang kecil, sesekali kami umpan balik, tipuan dengan penempatan bola yang pas serta melakukan smash dan disitu kami dapat poin,” tambahnya.
Pada pertandingan kedua SMAN 1 Mempawah akan berhadapan dengan SMAN 1 Karangan Kabupaten Landak.
Disinggung tentang lawan SMAN 1 Mempawah berikutnya, Julianto mengatakan masih belum tahu tentang permainan lawannya dikarenakan antara keduanya masih belum pernah bertemu. Namun yang jelas menurutnya, tim yang datang dari daerah lebih kuat karena mereka datang dengan segala persiapan.
“Kita sama-sama belum tahu kekuatan mereka, biasanya kalau dari daerah datang tentu mereka sudah siap dan jelas lebih berat,” ungkapnya.

IBV-PM BEM FT Untan SMA Taruna Putra Raih 3 Poin dari Abdi Wacana

IBV-PM BEM FT Untan
SMA Taruna Putra Raih 3 Poin dari Abdi Wacana
Oleh: Ubay KPI

Tim volley putra SMA Taruna berhasil meraih tiga poin pada laga pertamanya setelah mengalahkan tim bola volley putra SMA Abdi Wacana 3-1 dalam permainan 4 set di turnamen Invitasi Bola Volley Pelajar dan Mahasiswa ke-11 se-Kalbar yang diselenggarakan Fakultas Teknik Untan Senin (15/2) kemarin di Gor Pangsuma Pontianak.
SMA Taruna merupakan tim promosi pada turnamen ini. Pertandingan menghadapi Abdi Wacana kemarin merupakan penampilan mereka yang pertama kali di ajang turnamen bola volley antar pelajar. Meskipun penampilan yang pertama, mereka mampu bermain lebih bagus dari SMA Abdi Wacana sehingga ia mampu memenangi 3 set dari 4 set laga.
Sejak set pertama kekuatan mereka seimbang. Bahkan sering terjadi kejar mengejar angka. Kedua tim sering kali mendapatkan poin karena kesalahan lawan baik smash yang tidak jatuh di lapangan sendiri, kontrol bola yang kurang dan kesalahpahaman antar pemain. Bahkan sering kali kedua tim melakukan servis yang kurang sempurna. Jarang sekali angka-angka diperoleh dengan bola-bola yang mematikan seperti dengan spike atau tipuan.
Dari 4 set yang dilakoninya, kedua tim seringkali terpaut yang tipis. Pada set pertama berakhir dengan skor 25-20 dimenangkan oleh SMA Taruna dan pada set kedua kembali dimenangkan oleh SMA Taruna dengan perjuangan yang lebih keras karena pada set kedua terjadi duice pada angka 24-24, sebelum akhirnya SMA Taruna mampu unggul 2 angka lebih dulu dari SMA Abdi Wacana. 26-24. Skor 2-0.
Tidak mau kalah dalam tiga set langsung meskipun sudah ketinggalan 0-2. SMA Abdi Wacana mencoba dan memberanikan diri melakukan serangan dengan spike ke pertahanan lawan, sehingga pada set ke-3 SMA Abdi Wacana berhasil mengambil skor 1. Spike yang sering dilakukan pemain SMA Abdi Wacana meskipun sering kali pula pemain SMA Taruna menyerang dengan spike dan tipuan,SMA Abdi Wacana berhasil memenangi set ketiga dengan skor 23-25.
Pada set ke-4 permainan SMA Taruna lebih unggul. Set ke-4 dimenangkan oleh SMA Taruna dengan skor 25-19. Pada set ke-4, 25 angka yang diperoleh SMA Taruna dihasilkan 8 smash keras, 7 dengan tipuan dan 10 karena kesalahan lawan.
Kekalahan SMA Abdi Wacana diakui oleh pelatihnya Elwin Samusir disebabkan karena toser (pengumpan bola) yang biasanya ikut latihan tidak ikut dan harus diganti dengan toser baru. Untuk ke depan Elwin akan memperbaiki kualitas pemain terutama pemain toser.


Set SMA Taruna -SMA Abdi
Set I 25 - 20
Set II 26 - 24
Set III 23 - 25
Set IV 25 - 19

IBV-PM BEM FT Untan STKIP B Putri Tundukkan Fak. Ekonomi Untan

STKIP B Vs FE Untan
Set STKIP B FE Untan
Set I 22 - 25
Set II 25 - 23
Set III 25 - 16
Set IV 25 - 21


IBV-PM BEM FT Untan
STKIP B Putri Tundukkan Fak. Ekonomi Untan
Oleh: Ubay KPI

Tim bola volley STKIP B Putri yang memang merupakan tim unggulan dalam volley antar mahasiswa pada pertandingan pertama Invitasi Bola Volley Teknik Untan kemarin menundukkan tim volley Fakultas Ekonomi Untan.
STKIP B yang dimotori pemain yang pernah berlaga di tingkat nasional waktu di Bandung dan Yogyakarta yakni Melinda mampu melibas tim volly Fakultas Ekonomi dengan 4 set.
STKIP B ditukangi oleh Anang menurunkan pemainnya seperti Restu, Ayuni, Riska, Linda, Eka Yuni, Melinda, Septha dan Fitra. Sedangkan Fakultas Ekonomi Untan menurunkan Inda, Indah, Peni, Lastri, Chetty, Neng, Asih, Indaman dan Sri.
STKIP B dari 4 set yang dilakoninya mampu menang tiga kali yakni pada set kedua, ketiga dan keempat. Pada set pertama dimenangi oleh tim volley Fakultas Ekonomi.
Pada set pertama STKIP B kalah atas Fakultas Ekonomi dengan skor 22-25. Dan pada set kedua STKIP B membalas kekalahannya pada set pertama dengan bermain bagus dan hati-hati sehingga pada set kedua memasuki angka 15 STKIP B tak memberi kesempatan pada Fakultas Ekonomi untuk mengguli angka yang diperolehnya sampai pertandingan set kedua usai meskipun pada awal-awalnya STKIP B sempat ketinggalan angka dengan 8-10 dan 13-14. Kedua tim sempat memperoleh angka sama pada angka 16 dan 20. STKIP mencapai angka 24, dan kemudian dikejar Fakultas Ekonomi, 23. Pada posisi itu, STKIP menutup set kedua dengan angka 25-23.
Baru pada set ketiga, STKIP B mendikte permainan Fakultas Ekonomi sehingga Fakultas Ekonomi hanya mampu memperoleh 16 angka pada set ketiga. Skor 25-16.
Set keempat Fakultas Ekonomi tak mau diperdayai oleh permainan STKIP B. Fakultas Ekonomi melakukan terobosan dengan bermain dengan pukulan-pukulan keras smash dan mampu mengimbangi permainan STKIP B pada pertengahan set. Pada set ketiga terjadi kali kesamaan angka yakni 17-17, 18-18 dan 19-19, sebelum akhirnya STKIP B mencapai lebih dulu ke angka 25. Set keempat berakhir dengan angka 25-21. Dengan demikian STKIP Unggul dengan 3-1 dan menang.