Pontura Gilas D2
Oleh: Ubay KPI
Banteng Utara, julukan Pontura semakin gila dalam menggilas lawannya. Jika pada pertandingan yang kedua pekan lalu berhasil mengalahkan Semangat Baru dengan skor 5-2, Kamis (4/3) kembali Pontura menggilas tim papan bawah D2 dengan skor 4-1.
Pontura, wakil dari Pontianak Utara ini setelah kemenangan pada pertandingan kemarin merengsek naik ke posisi atas klasemen yakni ke posisi runner up di bawah Khatulistiwa.
Pada pertandingan kemarin, babak pertama Pontura sedikit kualahan dengan irama permainan D2 dan sempat ketinggalan 0-1 pada menit 35 setelah Wahyu penyerang D2 mampu menjebol gawang Pontura, namun keunggulan D2 hanya bertahan 5 menit saja yang kemudian Pontura menyamakan kedudukan melalui gol yang diciptakan oleh Ade di akhir babak kedua yakni menit 40. Skor imbang 1-1 bertahan sampai babak pertama usai.
Memasuki paruh kedua, Pontura bermain lebih baik dan lebih terkordinir dan langsung mengancam pertahanan D2 sehingga Pontura mampu menciptakan gol cepat di babak kedua melalui Ade di menit 43. skor 2-1 keunggulan Pontura.
Unggul 2-1 pasukan Banteng Utara semakin berambisi dan termotivasi untuk menambah koleksi golnya, sehingga selang 6 menit dari gol kedua Pontura membobol kembali gawang D2 lewat kaki Adus sehingga skor berubah menjadi 3-1. Dengan 3 gol yang bersarang ke gawangnya, selain tenaga yang sudah terkuras, pasukan D2 semakin tertekan dan lebih banyak bertahan untuk tidak kebobolan lebih banyak.
Akan tetapi, meski dijaga dengan pertahanan yang rapat, Pontura yang merasa di atas angin lebih semakin gencar menyusun serangan lewat kombinasi kekompakan pemain. Sehingga di akhir babak kedua pada menit ke-79 kembali Ade berhasil mencetak gol ketiga kalinya ke gawang D2 yang dijaga oleh Tanto. Sampai peluit babak kedua dibunyikan, D2 tak mamu memperkecil ketinggalannya dan harus mengalah ke Pontura dengan skor 4-1 sekaligus menerima kekalahan ketiganya.
Dengan kekalahan ketiga D2, menjadikan D2 tetap bertahan di posisi papan bawah yakni di posisi 13 satu tingkat lebih baik dari Fisip yang juga belum pernah menang, hanya saja D2 unggul dari selisih gol dari Fisip.
Metra 83 1-0 Wana Putra
Pada hari yang sama Kamis (4/3) kemarin, Liga U-21 mempertandingkan antara Metra Vs Wana Putra. Pertandingan ini dimenangkan oleh Metra dengan skor tipis 1-0.
Wahyu menjadi sang penyelamat bagi Metra pada pertandingan kemarin, berkat gol tunggalnya yang dicetak pada menit 35 mampu membawa pulang tiga poin sekaligus mengantar timnya ke posisi 3 klasemen sementara.
Sedangkan Wana Putra saat mengalami kekalahan kemarin tetap bertahan di posisi 7.
Selasa, 20 April 2010
Unggulan Putra Pemula Melaju • Helmi AH Kalahkan Try Andika, Zulham Tundukkan Sy. Vicky
Unggulan Putra Pemula Melaju
• Helmi AH Kalahkan Try Andika, Zulham Tundukkan Sy. Vicky
Oleh: Ubay KPI
Helmi AH unggulan ketiga kelompok tunggal putra pemula pada pertandingan 16 besar kemarin melaju ke babak berikutnya. Dia mengalahkan Try Andika yang tidak diunggulkan pada seleksi pemain PBSI Kota Pontianak, dengan dua set langsung.
Helmi yang diunggulkan pada set pertama menang dengan mudah, permainannya yang santai namun tetap konsentrasi mampu mengalahkan Try Andika dengan angka 21-4 pada set pertama.
Pada set kedua, kembali Helmi seperti tidak mengalami kesulitan untuk menyudahi set kedua. Dengan smash dan pukulan yang menempatkan bola pada bidang yang kosong, Helmi mampu menutup set kedua dengan angka 21-7.
Pada pertandingan kemarin, kualitas dan mental kedua pemain sangatlah jauh berbeda. Terlihat pada set pertama, Helmi yang diunggulkan langsung bermain dengan tanpa beban dan tampil sempurna dengan jarang melakukan kesalahan.
Keberhasilan Helmi disusul oleh unggulan kedua yang juga meraih kemenangan pada pertandingan kemarin. Zulham yang menjadi unggulan kedua berhasil mengalahkan Sy. Vicky. Pertandingan antara Zulham Vs Sy. Vicky lebih menengangkan karena kedua pemain ini harus bermain dengan rubber set untuk menentukan pemenangnya.
Set pertama dimenangkan oleh Zulham dengan angka 21-11. Namun, pada set kedua Sy. Vicky berhasil membalikkan keadaan dengan menguasai pertandingan set kedua, Sy. Vicky mampu menutup set kedua dengan skor 21-8 untuk kemenangannya. Skor imbang 1-1.
Memasuki set ketiga, kedua pemain bermain dengan saling serang dan kejar mengejar angka. Kedua pemain seringkali memperlihatkan kualitasnya dengan relly-relly panjang yang cukup menegangkan bagi penonton. Set ketiga yang seru dan cukup menegangkan akhirnya dimenangkan oleh Zulham dengan skor 22-20 setelah sebelumnya terjadi duice di angka 20 sama.
Dengan demikian pada pertandingan 8 besar Zulhan akan bertemu dengan unggulan ketiga Helmi Abu Hanafi. Pertandingan antara Zulham Vs Helmi menurut jadwal panitia akan dipertandingkan hari ini pukul 16.00 di gedung bulu tangkis Kota Pontianak Jalan Tabrani Ahmad Pontianak Barat.
• Helmi AH Kalahkan Try Andika, Zulham Tundukkan Sy. Vicky
Oleh: Ubay KPI
Helmi AH unggulan ketiga kelompok tunggal putra pemula pada pertandingan 16 besar kemarin melaju ke babak berikutnya. Dia mengalahkan Try Andika yang tidak diunggulkan pada seleksi pemain PBSI Kota Pontianak, dengan dua set langsung.
Helmi yang diunggulkan pada set pertama menang dengan mudah, permainannya yang santai namun tetap konsentrasi mampu mengalahkan Try Andika dengan angka 21-4 pada set pertama.
Pada set kedua, kembali Helmi seperti tidak mengalami kesulitan untuk menyudahi set kedua. Dengan smash dan pukulan yang menempatkan bola pada bidang yang kosong, Helmi mampu menutup set kedua dengan angka 21-7.
Pada pertandingan kemarin, kualitas dan mental kedua pemain sangatlah jauh berbeda. Terlihat pada set pertama, Helmi yang diunggulkan langsung bermain dengan tanpa beban dan tampil sempurna dengan jarang melakukan kesalahan.
Keberhasilan Helmi disusul oleh unggulan kedua yang juga meraih kemenangan pada pertandingan kemarin. Zulham yang menjadi unggulan kedua berhasil mengalahkan Sy. Vicky. Pertandingan antara Zulham Vs Sy. Vicky lebih menengangkan karena kedua pemain ini harus bermain dengan rubber set untuk menentukan pemenangnya.
Set pertama dimenangkan oleh Zulham dengan angka 21-11. Namun, pada set kedua Sy. Vicky berhasil membalikkan keadaan dengan menguasai pertandingan set kedua, Sy. Vicky mampu menutup set kedua dengan skor 21-8 untuk kemenangannya. Skor imbang 1-1.
Memasuki set ketiga, kedua pemain bermain dengan saling serang dan kejar mengejar angka. Kedua pemain seringkali memperlihatkan kualitasnya dengan relly-relly panjang yang cukup menegangkan bagi penonton. Set ketiga yang seru dan cukup menegangkan akhirnya dimenangkan oleh Zulham dengan skor 22-20 setelah sebelumnya terjadi duice di angka 20 sama.
Dengan demikian pada pertandingan 8 besar Zulhan akan bertemu dengan unggulan ketiga Helmi Abu Hanafi. Pertandingan antara Zulham Vs Helmi menurut jadwal panitia akan dipertandingkan hari ini pukul 16.00 di gedung bulu tangkis Kota Pontianak Jalan Tabrani Ahmad Pontianak Barat.
Yessy Dukung Program Pengiriman Pemain
Yessy Dukung Program Pengiriman Pemain
Oleh: Ubay KPI
Rencana Pengda PBSI Kalimantan Barat yang ingin mengirim pemain Kalimantan Barat untuk berlatih di klub luar Kalimantan disambut baik oleh Yessy Agreins Sulingan salah satu atlet bulu tangkis Kota Pontianak yang pernah mewakili Kalimantan Barat pada Popwil di Bengkulu yang berhasil sukses dengan meraih juara pertama.
Menurut Yessy program PBSI untuk mengirim pemain berlatih di klub keluar wilayah Kalbar sudah tetap dalam rangka meningkatkan kualitas pemain yang tujuannya untuk dapat bersaing dengan daerah lain di Indonesia. Menurutnya sampai saat ini Kalbar masih belum unjuk gigi dalam cabor bulu tangkis.
“Saya sangat senang bila program itu dapat terwujud, tapi jangan cuma program saja sedangkan pelaksanaannya tidak,” kata Yessy saat ditemui di gedung bulu tangkis Kota Pontianak Rabu kemarin.
Untuk sarana, Yessy mengungkapkan sudah puas dengan fasilitas yang disediakan, baik oleh PBSI Kota Pontianak atau PBSI Kalimantan Barat. “Fasilitas sekarang kita sudah punya seperti gedung bari ini dan Gor Bumi Khatulistiwa,” ungkap Yessy.
Ia juga berharap dengan adanya program tersebut PBSI lebih giat lagi untuk membina atlet-atlet daerah dan lebih memperhatikan atlet. Bagi Yessy program tersebut sangatlah membantu selain untuk kompetensi atlet juga untuk daerah Kalimantan Barat.
“Kalau ada pemain yang baik dan mampu bersaing dengan pemain luar, yang pasti kalbar akan dibaca, apalagi sampai menjadi juara, itukan sudah dapat mengharumkan nama daerah kita bersama,” tambah Yessy.
Selain itu, saat ditanyai tentang apabila dirinya ditunjuk untuk berlatih di klub luar Kalimantan, Yessy menjawab ia akan bersedia untuk panggilan itu. “Kalau saya yang ditunjuk untuk latihan keluar, dengan tanpa ragu saya pasti akan berangkat dan menerima tawaran tersebut,” tegasnya.
Ia beralasan, selain untuk memajukan hobinya, sampai saat ini Yessy masih ingin kembali mengharumkan nama Kalbar di kancah nasional setelah pada 2009 kemarin ia pernah mengharumkan Kalbar di Popwil Bengkulu.
Oleh: Ubay KPI
Rencana Pengda PBSI Kalimantan Barat yang ingin mengirim pemain Kalimantan Barat untuk berlatih di klub luar Kalimantan disambut baik oleh Yessy Agreins Sulingan salah satu atlet bulu tangkis Kota Pontianak yang pernah mewakili Kalimantan Barat pada Popwil di Bengkulu yang berhasil sukses dengan meraih juara pertama.
Menurut Yessy program PBSI untuk mengirim pemain berlatih di klub keluar wilayah Kalbar sudah tetap dalam rangka meningkatkan kualitas pemain yang tujuannya untuk dapat bersaing dengan daerah lain di Indonesia. Menurutnya sampai saat ini Kalbar masih belum unjuk gigi dalam cabor bulu tangkis.
“Saya sangat senang bila program itu dapat terwujud, tapi jangan cuma program saja sedangkan pelaksanaannya tidak,” kata Yessy saat ditemui di gedung bulu tangkis Kota Pontianak Rabu kemarin.
Untuk sarana, Yessy mengungkapkan sudah puas dengan fasilitas yang disediakan, baik oleh PBSI Kota Pontianak atau PBSI Kalimantan Barat. “Fasilitas sekarang kita sudah punya seperti gedung bari ini dan Gor Bumi Khatulistiwa,” ungkap Yessy.
Ia juga berharap dengan adanya program tersebut PBSI lebih giat lagi untuk membina atlet-atlet daerah dan lebih memperhatikan atlet. Bagi Yessy program tersebut sangatlah membantu selain untuk kompetensi atlet juga untuk daerah Kalimantan Barat.
“Kalau ada pemain yang baik dan mampu bersaing dengan pemain luar, yang pasti kalbar akan dibaca, apalagi sampai menjadi juara, itukan sudah dapat mengharumkan nama daerah kita bersama,” tambah Yessy.
Selain itu, saat ditanyai tentang apabila dirinya ditunjuk untuk berlatih di klub luar Kalimantan, Yessy menjawab ia akan bersedia untuk panggilan itu. “Kalau saya yang ditunjuk untuk latihan keluar, dengan tanpa ragu saya pasti akan berangkat dan menerima tawaran tersebut,” tegasnya.
Ia beralasan, selain untuk memajukan hobinya, sampai saat ini Yessy masih ingin kembali mengharumkan nama Kalbar di kancah nasional setelah pada 2009 kemarin ia pernah mengharumkan Kalbar di Popwil Bengkulu.
Uray Ristiana Berharap di Remaja Putri
Uray Ristiana Berharap di Remaja Putri
Oleh: Ubay KPI
Unggulan kedua di kelompok junior putri Uray Ristiana lebih berahrap menjadi juara di kelompok remaja putri. Pasalnya, Uray ristiana menjadi unggulan pertama di kelompok remaja putri.
Peserta yang berlatih di Malabar Tangkas klub ini berharap mampu menjadi wakil Kota Pontianak pada Porprov Juli mendatang.
Ia mengakui, di kelompok junior putri lawan terberatnya adalah Yessy Agreins. “Cukup berat untuk dapat mengalahkan Yessy. Dia unggulan pertama, namun saya akan berusaha juga untuk mengahadapi dia bila nanti di junior putrid bertemu,” akunya.
Sebelum berlatih di Malabar Tangkas klub, Uray Ristiana berlatih di Camp 43. namun Uray Ristiana pindah ke Malabar Tangkas beberapa waktu lalu. “Saya merasa berada di Camp 43 kurang tangkas sehingga saya memilih pindah ke Malabar Tangkas, dan kepindahan saya mendapat kelonggaran dari pelatih Camp 43,” ungkapnya.
Ia menambahkan, di Malabar Tangkas ia lebih berekembang dan mampu memperbaiki permainannya. “Semoga saja saya dapat mewakili Kota Pontianak pada Porprov mendatang,” harapnya.
Oleh: Ubay KPI
Unggulan kedua di kelompok junior putri Uray Ristiana lebih berahrap menjadi juara di kelompok remaja putri. Pasalnya, Uray ristiana menjadi unggulan pertama di kelompok remaja putri.
Peserta yang berlatih di Malabar Tangkas klub ini berharap mampu menjadi wakil Kota Pontianak pada Porprov Juli mendatang.
Ia mengakui, di kelompok junior putri lawan terberatnya adalah Yessy Agreins. “Cukup berat untuk dapat mengalahkan Yessy. Dia unggulan pertama, namun saya akan berusaha juga untuk mengahadapi dia bila nanti di junior putrid bertemu,” akunya.
Sebelum berlatih di Malabar Tangkas klub, Uray Ristiana berlatih di Camp 43. namun Uray Ristiana pindah ke Malabar Tangkas beberapa waktu lalu. “Saya merasa berada di Camp 43 kurang tangkas sehingga saya memilih pindah ke Malabar Tangkas, dan kepindahan saya mendapat kelonggaran dari pelatih Camp 43,” ungkapnya.
Ia menambahkan, di Malabar Tangkas ia lebih berekembang dan mampu memperbaiki permainannya. “Semoga saja saya dapat mewakili Kota Pontianak pada Porprov mendatang,” harapnya.
Rina Suyantina Vs Indriani Rubber Set
Rina Suyantina Vs Indriani Rubber Set
Oleh: Ubay KPI
Rina Suyantina unggulan ketiga kelompok junior putri harus bermain rubber set untuk mengalahkan lawannya Indriani pada pertandingan Walikota Cup di lapangan bulu tangkis Kota Pontianak Jalan Tabrani Ahmad Pontianak Barat Rabu ((3/3) kemarin.
Pada set pertama, Rina berhasil mengalahkan Indriani dengan skor 21-19 namun pada set kedua Indriani membalas kekalahnya dengan mengakhiri set kedua dengan skor 21-16 untuk kemenangan Indriani. Skor 1-1 sehingga harus ditentukan dengan rubber set. Set ketiga dimenangkan oleh Rina dengan skor 21-15.
Sepanjang set pertama, kedua pemain bermain dengan taktis dan saling silih berganti menambah poin, namun akhirnya dimenangkan oleh Rina.
Pada set kedua, Indriani bermain lebih baik dan jarang melakukan kesalahan sehingga mampu menguasai permainan dan sesekali mendikte permainan Rina. Indriani berhasil memenangkan pertandingan set kedua.
Pada set ke tiga Indriani sering melakukan kesalahan sendiri dengan pukulan yang sering kluar lapangan. Sedangkan rina bermain dengan sangat cmerlang pada set ketiga. Sehingga Rna mampu menyelesaikan set ketiga dengan skor 21-15.
Menurut Rina, pertandingan melawan Indriani tidak terlalu berat dan sedikit mudah hanya saja ia harus bermain dengan 3 set karena ia belum kenal betul dengan lapangan baru itu. “Lapangannya licin sehingga seringkali kadang saya kehilangan keseimbangan dalam melangkah,” kata Rina Suyantina.
Menurut Indriani, ia mengaku sat pertandingan tidak terlalu konsentrasi karena suasana gedung yang sangat panas, sehingga sangat mempengaruhi permainannya,” ungkap Indriani usai pertandingan kemarin.
“Saya masih canggung menggunakan lapangan ini, mungkin karena masih baru atau belum biasa,” tambah Indriani.
Selanjutnya, pada pertandingan semifinal Rina Suyantini akan mengahadapi unggulan kedua yakni Uray Ristiana yang menang pada pertandingan atas Widia Yolanda, sedangkan Yessy akan meladeni rekan satu klubnya yang juga lolos ke semifinal setelah mengalahkan Nurwinda Ningsih kemarin yakni Nurul Febriani.
Pelaksanaan pertandingan semifinal akan diselenggarakan hari ini mulai pukul 19.00 di lapangan bulu tangkis Kota Pontianak.
Oleh: Ubay KPI
Rina Suyantina unggulan ketiga kelompok junior putri harus bermain rubber set untuk mengalahkan lawannya Indriani pada pertandingan Walikota Cup di lapangan bulu tangkis Kota Pontianak Jalan Tabrani Ahmad Pontianak Barat Rabu ((3/3) kemarin.
Pada set pertama, Rina berhasil mengalahkan Indriani dengan skor 21-19 namun pada set kedua Indriani membalas kekalahnya dengan mengakhiri set kedua dengan skor 21-16 untuk kemenangan Indriani. Skor 1-1 sehingga harus ditentukan dengan rubber set. Set ketiga dimenangkan oleh Rina dengan skor 21-15.
Sepanjang set pertama, kedua pemain bermain dengan taktis dan saling silih berganti menambah poin, namun akhirnya dimenangkan oleh Rina.
Pada set kedua, Indriani bermain lebih baik dan jarang melakukan kesalahan sehingga mampu menguasai permainan dan sesekali mendikte permainan Rina. Indriani berhasil memenangkan pertandingan set kedua.
Pada set ke tiga Indriani sering melakukan kesalahan sendiri dengan pukulan yang sering kluar lapangan. Sedangkan rina bermain dengan sangat cmerlang pada set ketiga. Sehingga Rna mampu menyelesaikan set ketiga dengan skor 21-15.
Menurut Rina, pertandingan melawan Indriani tidak terlalu berat dan sedikit mudah hanya saja ia harus bermain dengan 3 set karena ia belum kenal betul dengan lapangan baru itu. “Lapangannya licin sehingga seringkali kadang saya kehilangan keseimbangan dalam melangkah,” kata Rina Suyantina.
Menurut Indriani, ia mengaku sat pertandingan tidak terlalu konsentrasi karena suasana gedung yang sangat panas, sehingga sangat mempengaruhi permainannya,” ungkap Indriani usai pertandingan kemarin.
“Saya masih canggung menggunakan lapangan ini, mungkin karena masih baru atau belum biasa,” tambah Indriani.
Selanjutnya, pada pertandingan semifinal Rina Suyantini akan mengahadapi unggulan kedua yakni Uray Ristiana yang menang pada pertandingan atas Widia Yolanda, sedangkan Yessy akan meladeni rekan satu klubnya yang juga lolos ke semifinal setelah mengalahkan Nurwinda Ningsih kemarin yakni Nurul Febriani.
Pelaksanaan pertandingan semifinal akan diselenggarakan hari ini mulai pukul 19.00 di lapangan bulu tangkis Kota Pontianak.
Steviolin Marcella. Bibit Baru Bulu Tangkis Kalbar
• Steviolin Marcella
Bibit Baru Bulu Tangkis Kalbar
Oleh: Ubay KPI
Kecil. Tingginya mungkin hanya lebih sedikit dibandingkan raket yang diayunkannya. Namun, pukulan dan gerakannya mantap. Walaupun kalah dari lawannya Sopia, namun penonton dibuat berdecak kagum.
Dia, Steviolin Marcella, bocah kecil kelahiran 17 Oktober 2003 ini menjadi perhatian penonton saat bertanding kemarin di lapangan bulu tangkis Kota Pontianak, Rabu (3/3) kemarin. Cucu Tong Li seorang pemain badminton kota ini, bermain di kelompok umum di bawah 8 tahun.
Aldi, ayahnya, salah satu pemain bulu tangkis non-PBSI yang cukup dikenal di Pontianak.
Menurut Aldi, Stevi memegang raket sejak usia 5 tahun. Meski masih belia, Steviolin Marcella melakukan latihan setiap hari di Gor Jantung Sehat Jalan Penjara.
Menurut cerita Aldi ayah Steviolin Marcella, Steviolin Marcella memang punya kehendak sendiri untuk bermain bulu tangkis, tidak ada tuntutan atau dorongan dari kakek atau ayahnya meskipun mereka juga pemain bulu tangkis. “Kemungkinan Stevi suka aja dengan bulu tangkis, karena ia sering saya bawa kalau saya lagi ikut pertandingan,” ujar Aldi kemarin usai menemani Steviolin Marcella bertanding.
Turnamen ini merupakan turnmen pertama kali yang diikuti oleh Steviolin Marcella. Namun melihat penampilannya kemarin, siswa kelas 2 SD ini mental bertandingnya sudah tampak meskipun sesekali ia melihat kepada ayahnya ketika melakukan kesalahan. Untuk seusia Steviolin Marcella, penampilannya sudah bagus karena telah didukung dengan teknik dan lainnya.
Saat ini Steviolin Marcella masih belum bergabung dengan klub yang ada di Kota Pontianak, Steviolin Marcella dilatih oleh Aldi ayahnya.
Melihat keinginan kuat yang ada dalam diri Steviolin Marcella untuk bulu tangkis, saat ini ayahnya tengah mengusahakan bea siswa untuk berlatih di klub luar Kalimantan supaya nantinya dapat menjadi pemain yang hebat dan mampu mengharumkan nama Kalimantan Barat.
“Saat ini kami usahakan mencarikan bea siswa, namun bila nanti tetap tidak dapat, kami tetap akan mengirim Steviolin Marcella ke klub besar yang ada di Indonesia,” ungkap Aldi.
“Untuk Steviolin Marcella saya akan berusaha mewujudkan kesukaannya pada bulu tangkis, dan nanti ia akan saya masukkan ke PB Djarum,” tambah Aldi
Steviolin Marcella saat diwawancarai usai pertandingan kemarin mengatakan, bahwa dirinya suka dengan bulu tangkis karena ingin menjadi juara dan dapat membela Kalimantan Barat di tingkat nasional serta pasukan Garuda di tingkat internasional.
Saat ditanyai mengapa sering melihat ke arah bapaknya ketika bertanding kemarin, Steviolin Marcella mengatakan bahwa dirinya minta diajarin ketika melakukan kesalahan, “Minta diajarin biar tidak melakukan kesalahan yang berturut-turut, saya tidak takut dengan ayah,” kata Steviolin Marcella kemarin sambil dipangku oleh ayahnya.
Meskipun turnamen ini merupakan pertama kali bagi Steviolin Marcella, ia mengaku kedepannya andaikan tidak ditemani ayahnya, ia yakin akan tetap bisa main.
Bibit Baru Bulu Tangkis Kalbar
Oleh: Ubay KPI
Kecil. Tingginya mungkin hanya lebih sedikit dibandingkan raket yang diayunkannya. Namun, pukulan dan gerakannya mantap. Walaupun kalah dari lawannya Sopia, namun penonton dibuat berdecak kagum.
Dia, Steviolin Marcella, bocah kecil kelahiran 17 Oktober 2003 ini menjadi perhatian penonton saat bertanding kemarin di lapangan bulu tangkis Kota Pontianak, Rabu (3/3) kemarin. Cucu Tong Li seorang pemain badminton kota ini, bermain di kelompok umum di bawah 8 tahun.
Aldi, ayahnya, salah satu pemain bulu tangkis non-PBSI yang cukup dikenal di Pontianak.
Menurut Aldi, Stevi memegang raket sejak usia 5 tahun. Meski masih belia, Steviolin Marcella melakukan latihan setiap hari di Gor Jantung Sehat Jalan Penjara.
Menurut cerita Aldi ayah Steviolin Marcella, Steviolin Marcella memang punya kehendak sendiri untuk bermain bulu tangkis, tidak ada tuntutan atau dorongan dari kakek atau ayahnya meskipun mereka juga pemain bulu tangkis. “Kemungkinan Stevi suka aja dengan bulu tangkis, karena ia sering saya bawa kalau saya lagi ikut pertandingan,” ujar Aldi kemarin usai menemani Steviolin Marcella bertanding.
Turnamen ini merupakan turnmen pertama kali yang diikuti oleh Steviolin Marcella. Namun melihat penampilannya kemarin, siswa kelas 2 SD ini mental bertandingnya sudah tampak meskipun sesekali ia melihat kepada ayahnya ketika melakukan kesalahan. Untuk seusia Steviolin Marcella, penampilannya sudah bagus karena telah didukung dengan teknik dan lainnya.
Saat ini Steviolin Marcella masih belum bergabung dengan klub yang ada di Kota Pontianak, Steviolin Marcella dilatih oleh Aldi ayahnya.
Melihat keinginan kuat yang ada dalam diri Steviolin Marcella untuk bulu tangkis, saat ini ayahnya tengah mengusahakan bea siswa untuk berlatih di klub luar Kalimantan supaya nantinya dapat menjadi pemain yang hebat dan mampu mengharumkan nama Kalimantan Barat.
“Saat ini kami usahakan mencarikan bea siswa, namun bila nanti tetap tidak dapat, kami tetap akan mengirim Steviolin Marcella ke klub besar yang ada di Indonesia,” ungkap Aldi.
“Untuk Steviolin Marcella saya akan berusaha mewujudkan kesukaannya pada bulu tangkis, dan nanti ia akan saya masukkan ke PB Djarum,” tambah Aldi
Steviolin Marcella saat diwawancarai usai pertandingan kemarin mengatakan, bahwa dirinya suka dengan bulu tangkis karena ingin menjadi juara dan dapat membela Kalimantan Barat di tingkat nasional serta pasukan Garuda di tingkat internasional.
Saat ditanyai mengapa sering melihat ke arah bapaknya ketika bertanding kemarin, Steviolin Marcella mengatakan bahwa dirinya minta diajarin ketika melakukan kesalahan, “Minta diajarin biar tidak melakukan kesalahan yang berturut-turut, saya tidak takut dengan ayah,” kata Steviolin Marcella kemarin sambil dipangku oleh ayahnya.
Meskipun turnamen ini merupakan pertama kali bagi Steviolin Marcella, ia mengaku kedepannya andaikan tidak ditemani ayahnya, ia yakin akan tetap bisa main.
Yessy Agreins Sulingan. Unggulan Pertama Putri Junior
• Yessy Agreins Sulingan
Unggulan Pertama Putri Junior
Oleh: Ubay KPI
Yessy Agreins Sulingan menjadi unggulan pertama di kelompok junior putri pada turnamen Walikota Cup sekaligus seleksi pemain Kota Pontianak menjelang Porprov yang dilaksanakan di gedung bulu tangkis Kota Pontianak mulai tanggal 2 Maret kemarin.
Unggulan kedua di kelompok junior putri ditempati oleh Uray Ristiana dan ketiga Rina Rina Suyantina.
Putri pasangan Hendrik Sulingan dengan Stien Snari Meode kelahiran 07 Agustus 1992 ini optimis akan menjadi wakil Kota Pontianak pada Porprov Juli mendatang. Ia mengakui, lawan terberatnya diseleksi ini adalah rekannya sendiri dari PB Lion yakni Rina Suyantina.
Atlet yang saat ini duduk di kelas 2 SMAN 1 Sungai Raya ini merupakan salah satu dari 4 pemain yang diturunkan oleh PB Lion untuk seleksi Kota Pontianak. Yessy juga pernah berlatih di klub luar Kalimantan yakni ia pernah berlatih di PB Dwi Jaya Jakarta selama 4 tahun dan berlatih di PB Ratih Banten selama 2 tahun yang kemudian kembali lagi ke PB Lion.
Sederet pengalaman telah dimiliki, seringkali ia menjadi wakil Kalimantan Barat di kelas Taruna seperti ketika Popwil pelajar di Bengkulu meraih juara 1 perorangan , Kejurnas 2009 Jakarta masuk delapan besar, Popnas 2009 Yogyakarta masuk delapan besar dan Popda 2009 mewakili Kota Pontianak meraih juara 1.
Pada Kejurnas 2010 di Surabaya sebenarnya Yessy juga mendapat penggilan dari PBSI Kalimantan Barat untuk ikut bertanding mewakili kalbar bersama Ismail dan Kharisma, namun bertetapan dengan itu, Yessy sedang try out sehingga ia memilih untuk tidak ikut.
Unggulan Pertama Putri Junior
Oleh: Ubay KPI
Yessy Agreins Sulingan menjadi unggulan pertama di kelompok junior putri pada turnamen Walikota Cup sekaligus seleksi pemain Kota Pontianak menjelang Porprov yang dilaksanakan di gedung bulu tangkis Kota Pontianak mulai tanggal 2 Maret kemarin.
Unggulan kedua di kelompok junior putri ditempati oleh Uray Ristiana dan ketiga Rina Rina Suyantina.
Putri pasangan Hendrik Sulingan dengan Stien Snari Meode kelahiran 07 Agustus 1992 ini optimis akan menjadi wakil Kota Pontianak pada Porprov Juli mendatang. Ia mengakui, lawan terberatnya diseleksi ini adalah rekannya sendiri dari PB Lion yakni Rina Suyantina.
Atlet yang saat ini duduk di kelas 2 SMAN 1 Sungai Raya ini merupakan salah satu dari 4 pemain yang diturunkan oleh PB Lion untuk seleksi Kota Pontianak. Yessy juga pernah berlatih di klub luar Kalimantan yakni ia pernah berlatih di PB Dwi Jaya Jakarta selama 4 tahun dan berlatih di PB Ratih Banten selama 2 tahun yang kemudian kembali lagi ke PB Lion.
Sederet pengalaman telah dimiliki, seringkali ia menjadi wakil Kalimantan Barat di kelas Taruna seperti ketika Popwil pelajar di Bengkulu meraih juara 1 perorangan , Kejurnas 2009 Jakarta masuk delapan besar, Popnas 2009 Yogyakarta masuk delapan besar dan Popda 2009 mewakili Kota Pontianak meraih juara 1.
Pada Kejurnas 2010 di Surabaya sebenarnya Yessy juga mendapat penggilan dari PBSI Kalimantan Barat untuk ikut bertanding mewakili kalbar bersama Ismail dan Kharisma, namun bertetapan dengan itu, Yessy sedang try out sehingga ia memilih untuk tidak ikut.
Langganan:
Postingan (Atom)
