Sabtu, 17 April 2010

Futsal HUT Pemda ke-53 Gol Abu-abu Dispora Kandaskan Pariwasata

• Futsal HUT Pemda ke-53
Gol Abu-abu Dispora Kandaskan Pariwasata

Oleh: Ubay KPI

Gol abu-abu melalui tendangan keras Bachtiar kapten tim futsal Dispora ke gawang Dinas Pariwisata yang dijaga oleh Niko menjadi petaka bagi Pariwisata. Karena gol tersebut membuat tim futsal Pariwisata kandas dalam turnamen HUT Pemda ke-53, sekaligus menjadi penentu kemenangan tim futsal Dispora atas tim futsal Dinas Pariwisata.
Bola yang membentur mistar gawang Pariwisata yang kemudian mantul keluar gawang dinyatakan gol oleh Hamzah wasit pertama yang memimpin pertandingan antara Dinas Pariwisata versus Dispora. Sedangkan Zainal wasit kedua diam tanpa memberikan keputusan atas bola tersebut.
Pertandingan yang sebelumnya imbang dengan skor 3-3 antara kedua tim. Sangat ketat. Hingga menit ke -19 babak kedua, kapten tim futsal Dispora, Bachtiar melesakkan tembakan keras ke gawang. Bola itu membentur mistar gawang dan mantul keluar. Pluit tanda gol ditiupkan oleh Hamzah wasit pertama yang memimpin pertandingan kemarin.
Dengan keputusan Hamzah, sontak membuat pemain Pariwisata melakukan komplin, begitu pula para pemain cadangan dan sebagian penonton. Beberapa pemain mengerubungi Hamzah yang berdiri di pinggir lapangan. Protes. Namun Hamzah tidak bergeming. Sedangkan pemain Pariwisata hanya diam. Setelah meletakkan bola di titik putih di tengah lapangan, mereka berdiri dalam posisi memblok tendangan pertama: isyarat siap memulai pertandingan.
Permainan sempat tertunda sesaat. Akhirnya, pemain Dispora menerima keputusan wasit. Seorang pemain menendang bola tersebut dan tendangan itu membentur kaki pemain Pariwisata. Terjadi rebutan bola sesaat, dan … peluit panjang wasit berbunyi tanda pertandingan usai.
Usai pertandingan ketidakpuasan masih nampak di kubu Dispora. Namun, mereka tetap menunjukkan sportivitas.
Bachtiar, pencetak gol abu-abu tersebut mengatakan bahwa pada saat ia melepas tendangan ia tidak memandang bola itu masuk atau tidak, dan menurutnya gol itu merupakan gol spektakuler sekaligus gol kontroversi dan keputusannya tergantung wasit.
“Itu gol spektakuler, gol kontroversi dan juga gol abu-abu. Saat itu saya tidak mandang jadi tergantung wasit mau memutuskan apa, mungkin dewi fortuna sedang memihak kepada saya,” katanya sambil bercanda saat diwawancarai usai pertandingan.
Pertandingan Pariwisata berhadapan dengan Dispora berakhir dengan skor 4-3. 3 gol Pariwisata diciptakan oleh Saneri pada babak pertama dan Suhartono serta Meidar pada babak kedua. Sedangkan 4 gol Dispora terjadi pada babak kedua melalui Yusuf Isak 2 gol, Syaiful Akhyar dan terakhir gol abu-abu Bachtiar.
Dengan kemenangan itu maka Dispora akan menghadapi lawan tangguh yang merupakan favorit juara yakni tim futsal PU pada semifinal hari ini.

PU Vs STAIN

PU lolos ke semifinal setelah menekuk tim futsal STAIN Pontianak dengan skor telak 6-1 pada pertandingan kemarin. Kemenangan PU atas STAIN diperoleh dengan mudah. PU --yang beberapa di antara pemain yang sangat dikenal, di antaranya Adi Thamrin, Ikhsan, Agus, Sumadi, Darmawan, Jhoni Poi, Sudaryono, Zul Iskandar, Sadikin, Hendri, terlalu tangguh dibandingkan dengan pemain STAIN Pontianak. Keunggulan teknik individual dan kolektivitas permainan tim membuat pertahanan STAIN terkurung oleh gempuran PU.
Strategi bertahan diterapkan pemain STAIN sejak awal babak pertama. Pemain PU dengan shooting yang keras menghadapi pertahanan STAIN dengan tembakan jarak jauh. Penampilan pemain STAIN membuat mereka dapat mengamankan gawang hingga menit ke-15. Pada menit ke-15 gol pembuka PU tercipta. Tidak lama kemudian, disusul gol kedua. Skor 2:0 untuk PU bertahan hingga babak pertama berakhir.
Pada babak kedua, PU tetap memperagakan kecepatan dan teknik mereka. Sedangkan STAIN yang kalah dalam semua hal, menjadi keteteran. Tim yang pada pertandingan babak 16 besar mengalahkan Bank Kalbar ini menjadi bulan-bulanan kerja sama apik pemain PU.
Pada babak kedua ini, PU “hanya mau” menjaringkan 4 gol. Seharusnya, jika mereka mau, lebih banyak lagi gol tercipta lewat kerja sama Sumadi, Sudaryono dan Adi Thamrin. Sedangkan STAIN hanya bisa membalas 1 gol. Beberapa kali tembakan ke gawang PU, dapat dijinakkan Ikhsan. Hingga peluit akhir, skor 6:1.
Manager tim STAIN Firdaus Putra mengakui kekalahan itu dengan lapang. “Sejak awal memang, sangat sulit menghadapi PU. Beda kelas,” katanya.
Karena beda kelas itu, Firdaus cukup bangga timnya bisa memberikan perlawanan maksimal. Bahkan bisa membalas satu gol dan menciptakan beberapa peluang. “Kalau penjaga gawangnya bukan sekelas kipper PU itu (Ikhsan), pasti kami bisa mencetak gol lebih dari satu,” ujarnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar