Sabtu, 10 April 2010

M.Rifky: Beban Jadi Kapten

M.Rifky
Beban Jadi Kapten
Oleh: Ubay KPI

Menjadi kapten tim adalah menambah beban dalam bermain. Itulah yang dirasakan oleh Rifky kapten tim futsal SMAN 1 Sungai Raya. Meskipun ia dinilai oleh pelatih sebagai pemain yang mempunyai skill yang lebih dari pemain lainnya, namun bagaimanapun menurutnya dengan ban kapten yang melilit di lengannya, dirinya mendapat tugas lain selain menjadi pemain, yakni mengatur dan mengkordinir kawan-kawannya di lapangan.
“Ketika saya dipercayai menjadi kapten oleh pelatih, saya merasa takut, takut tidak bisa membimbing kawa-kawan dalam bermain, tapi saya semangat karena bapak dan ibu mendukung saya,” kata Rifky.
Meskipun dilihat mempunyai kelebihan dalam bermain, anak dari bapak Antoni dan Uun Nasifah ini, dirinya masih belum sempurna dalam memimpin permainan. Karena, selain masih minim dalam pengalaman, Rifky juga mudah letih dan kehabisan stamina.
Saat ditanyai tentang sebab mudahnya stamina yang turun, ia menjawab bahwa itu mungkin pengaruh dari rokok. Meskipun tahu sebagai pemain futsal yang membutuhkan stamina yang kuat, ia pecandu rokok. Rifky mulai merokok sejak duduk di kelas 3 SMP.
Untuk mengatasi stamina supaya tidak sekaligus menurun, Rizky selalu jogging sore bila ada waktu. Rifky melakukan rutinitas joggingnya di jalan Arteri Supadio. “Untuk mencegah tenaga supaya tidak langsung menurun, saya biasanya melakukan jogging pada sore di jalan Arteri Supadio dan juga perbanyak latihan meskipun bermain di lapangan besar,” katanya.
Pelatih menunjuk Rifky sebagai kapten karena Rizky dinilai pemain yang mempunyai skill yang lebih dari yang lainnya. “Rifky mempunyai skill di atas rata-rata, namun yang perlu dibenahi dari Rifky yakni mentalnya, sampai pada pertandingan ketiga ini mental Rizky masih belum ada perubahan yang berarti dalam diri Rifky,” kata Mansuruddin pelatih SMAN 1 Sungai Raya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar