
Juara EFC 2 Gagal
Oleh: Ubay KPI
Juara Economic Futsal Competion (EFC 2) SMAN 7 Pontianak gagal melaju ke 16 besar pada turnamen futsal Justitia Futsal 8 2010.
Pada babak penyisihan, SMAN 7 A hanya mampu mengumpulkan 2 poin dari 4 kali pertandingan dengan 2 kali kalah dan 2 kali seri. 2 kali kekalahan SMAN 7 A ketika menghadapi SMK Muhammadiyah dan SMKN 1 Pontianak. Sedangkan hasil seri didapat SMAN 7 A saat berhadapan dengan SMA Gembala Baik dan SMAN 1 Sungai Raya
Hasil ini merupakan hasil terburuk ke dua yang dialami SMAN 7 diawal tahun 2010. Pertama gagalnya tim basket SMAN 7 pada Liga Basket Pelajar 2010 bulan lalu dan Justitia Futsal 2010.
Kegagalan tim futsal SMAN 7 lebih disebabkan pemain yang bermain di Justitia Futsal 8 adalah merupakan muda dan baru. Dari sembilan pemain yang diturunkan hanya satu pemain yang kini duduk di kelas 11 dan selebihnya adalah siswa kelas 10.
“Tim ini baru terbentuk, ini merupakan langkah untuk pembibitan kedepan. Sekarang saja hanya beberapa orang yang tampak bermain bagus, jadi kemampuan anak-anak yang baru ini masih samar-samar,” kata Hazmi manager SMAN 7 A saat dikonfirmasi usai kekalahan kemarin.
Dengan hasil 2 kali kalah dan seri, Hazmi mengatakan mereka sudah bermain bagus meskipun masih banyak yang perlu ditingkatkan baik fisik, skill dan lainnya. Hasil itu sebagai evaluasi untuk menguji mental bermain semua pemain. “Saya puas dengan hasil pertandingan ini, meskipun gagal untuk 16 besar. Turnamen ini supaya menjadi pengasah mental mereka dalam bertanding untuk selanjutnya,” tambah Hazmi.
Disinggung mengenai kekalahan terakhir saat mengahdapi SMKN 1 Pontianak, Hazmi mengatakan bahwa secara kekurangan yang sangat perlu diperbaiki dalam tim SMAN 7 Pontianak adalah masalah kekompakan, pemain masih sepertinya lebih bermain dengan kemampuan sendiri daripada kekompakan tim. Namun ia memaklumi karena sebagai pemain pemula yang baru terbentuk.
SMAN 7 Pontianak pada turnamen Justitia Futsal 8 menurunkan pemain selain untuk pembibitan dan mencari kader penerus futsal SMAN 7 juga disebabkan karena pelaksanaan turnamen yang sudah memasuki semester 2 sekolah dan menjelang UAS, sehingga pemain senior lebih difokuskan pada ujian tersebut.
“Kami tidak bisa menurunkan pemain senior, sebab pelaksanaan turnamen ini sangat dekat ke ujian nasional. untuk anak-anak, kami lebih memilih focus pada ujian daripada turnamen ini, andaikan pelaksanaannya bulan April, jelas pemain senior akan turunkan,” katanya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar