Senin, 19 April 2010

Pompy, Eksekutor

Pompy, Eksekutor
Oleh: Ubay KPI

Pompy yang menjadi eksekutor pinalti saat Wajah Baru melawan Porti dalam laga sepakbola U-21, Sabtu (27/2). Pompy berhasil melaksanakan tugasnya dengan baik. Gol Pompy satu-satumya yang tercipta pada pertandingan kemarin sekaligus menjadi penentu kemenangan Wajah Baru atas Porti.
Pada pertadingan kemarin, Pompy yang juga penyerang tim futsal SMA Bhayangkari ini dipasang oleh Iwan pelatih Wajah Baru sebagai penyerang tunggal untuk memancing dan menggedor pertahanan Porti.
Pompy yang diharapkan mampu mencetak gol tak berhasil menambah koleksi golnya selain gol tunggal yang diciptakan lewat titik pinalti pada babak pertama.
Dengan gol tunggal yang diciptakannya ia mengaku merasa puas karena telah mampu mengalahkan Porti yang merupakan tim kuat. “Awalnya cukup berat saat bermain berhadapan dengan Porti, tapi kami yang juga didukung oleh pemain pengalaman sejak awal tak ingin pesimis dan tetap menargetkan menang,” ungkap Pompy usai pertandingan kemarin.
Kepiawaian Pompy memang tidak diragukan dalam sepak bola, pemain yang dikenal dengan speed yang cepat ini meski sendirian dipasang sebagai ujung tombak di depan sering kali dapat memperdayai pemain belakang Porti pada pertandingan kemarin. Seringkali bila bola berada di kakinya dua tiga pemain dapat dilewati. Namun kadang penyelesaian akhir kurang maksimal. “Saya sempat kebingungan ketika saya membawa bola, karena gelandang dan penyerang kadang lambat untuk membantu saya,” kata Pompy.
Untuk selanjutnya, penyerang dan gelandang menurut Pompy perlu disinergiskan dan dituntut aktif untuk membantu penyerangan ataupun pertahanan.
Saat disinggung mengenai namanya tidak dipanggil oleh pelatih Kota Pontianak Herman Nasir ke skuad tim sepak bola Kota Pontianak untuk Porprov Juli mendatang Pompy mengatakan sangat tidak mempengaruhi performa permainan dan semangatnya. “Saya tetap akan bermain dengan permainan saya yang sesungguhnya, meskipun sampai saat ini saya belum dapat panggilan untuk membela sepak bola Kota Pontianak,” ungkap Pompy.
Menurut Pompy, andaikan nanti dirinya dipanggil untuk memperkuat sepak bola Kota Pontianak, ia akan dengan hormat menolak tawaran itu. “Saya bukan tidak mau atau jual mahal untuk membela sepak bola Kota Pontianak, tapi saya akan bermain di futsal Kota Pontianak. Karena futsal adalah karir saya yang lebih saya sukai.”
Keputusan itu menurut Pompy juga untuk kepentingan Kota Pontianak dan nantinya bila berhasil juga akan kembali pada daerah Kota Pontianak.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar