Sabtu, 10 April 2010

Atlet Panahan Daerah Dilatih Pengda Perpani

Atlet Panahan Daerah Dilatih Pengda Perpani

Oleh: Ubay KPI

Atlet-atlet panahan yang berasal dari berbagai daerah yang ada di Kalimantan Barat melakukan latihan bersama di bawah pembinaan pelatih Pengda Perpani Kalbar.
Hal ini dikatakan pelatih panahan Kalbar bapak Basaril Abusama saat ditemui di sela-sela memimpin latihan di tempat latihan Pengda Perpani yang berada di belakang Stadiun Sultan Syarif Abdurrahman beberapa waktu lalu.
Atlet-atlet panahan yang kini dibina oleh Pengda Perpani seperti atlet Kota Pontianak, Kabupaten Pontianak, Kota Singkawang, Sambas, Ketapang, Sintang, Sanggau dan Kubu Raya. Atlet dari berbagai daerah ini dididik oleh pelatih yang berjumlah 4 orang pelatih termasuk juga Basyaril Abusama, Siogo Darsono, Suhairi dan Mashadi.
Menurut Basyaril, para atlet ini yang sekarang berlatih di bawah naungan Pengda Perpani nantinya saat Porprov akan dikembalikan ke daerahnya masing-masing untuk memperkuat daerahnya. “Atlet yang berlatih di sini nantinya saat Porprov Juli mendatang akan kami kembalikan ke daerahnya, supaya mereka dapat membela daerahnya sendiri,” kata Basyaril.
Selama latihan, pelatih juga melakukan scoring untuk mengetahui perkembangan atlet dan sejauh mana hasil mereka selama latihan, scoring sering dilakukan untuk memacu semangat para atletnya.
“Kami sering melakukan scoring atlet meskipun ini dalan latihan biasa, supaya atlet lebih berpacu untuk memperbaiki nilainya,” kata Basyaril.
Pada scoring terakhir yang dilakukan oleh pelatih panahan, untuk bagian putra atlet Ketapang menjadi yang terbaik disusul Kota Pontianak, Singkawang dan Mempawah di posisi 2,3 dan 4. Sedangkan di putri scoring tertinggi ditempati oleh atlet dari Singkawang disusul Kubu Raya, Mempawah dan Kota Pontianak.
Kesulitan yang hadapi oleh Pengda Perpani Kalbar yang saat ini tengah mewadahi atlet daerah yang dipersiapkan untuk Porprov mendatang adalah untuk peralatan, karena alat perlengkapannya sangat mahal apalagi yang model modern.
“Alat-alat perlengkapan masih minim karena alat-lat begitu mahal, apalagi alat yang diproduksi dari luar negeri, tapi kami tetap melakukan latihan meskipun dengan alat seadanya,” ungkapnya.
Disinggung tentang kepemimpinan KONI baru yang sekarang Basyaril mengatakan sudah ada perkembangan dan lebih memperhatikan. “Belum lama ini ketua KONI meninjau tempat latihan ini, yang kebetulan sedang becek usai kejurda kemarin. Dan syukur kami dibantu untuk mengecor tempat latihan sehingga jadi seperti sekarang ini,” kata Basyaril sambil menunjuk tempat latihan yang beberapa hari yang lalu baru diperbaiki.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar